YOGYAKARTA, 24 April 2026 – Sebanyak 68 mahasiswa Angkatan 2025 Program Studi Desain Media, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Yogyakarta melaksanakan kunjungan edukatif ke Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang dikembangkan ISI Yogyakarta untuk memperluas wawasan mahasiswa dalam membaca relasi antara seni, desain, sejarah, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa didampingi oleh empat dosen, yaitu Lutse Lambert Daniel Morin, M.Sn., Mutia Nurdina, S.T., M.Sc., Hanifiana Kartikasari, S.Ds., M.Ds., dan Afifudin, S.Pd., M.Sn. Rombongan tiba di Gedung Agung pada pukul 13.00 WIB dan mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan ruang, sejarah, serta nilai budaya yang melekat pada bangunan bersejarah tersebut.
Kunjungan ke Gedung Agung tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan observasi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa Desain Media. Melalui pengalaman langsung di lingkungan istana, mahasiswa diajak memahami bagaimana sejarah, arsitektur, artefak, simbol visual, dan narasi kebangsaan dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan gagasan kreatif.
Bagi mahasiswa desain, kemampuan membaca ruang, simbol, dan konteks sosial budaya menjadi bagian penting dalam proses penciptaan karya. Oleh karena itu, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kepekaan visual, kemampuan reflektif, serta kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya warisan budaya sebagai sumber pengetahuan dan penciptaan karya desain.

Perwakilan dosen pendamping menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan dapat memperkaya perspektif mahasiswa dalam melihat desain tidak hanya sebagai produk visual, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan nilai, identitas, dan memori kolektif bangsa.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sosial, memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya, serta membangun kesadaran mahasiswa bahwa desain memiliki peran penting dalam merawat dan mengomunikasikan nilai-nilai kebangsaan,” ujar perwakilan dosen pendamping.
Salah satu agenda penting dalam kunjungan tersebut adalah sesi literasi dan diskusi di Perpustakaan Istana. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh ruang untuk mendiskusikan hasil pengamatan mereka selama berada di lingkungan Gedung Agung. Diskusi tersebut menjadi sarana untuk menghubungkan narasi sejarah dengan kemungkinan pengembangan visual dalam bidang desain media.
Melalui kegiatan ini, FSRD ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan proses pembelajaran yang relevan, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter mahasiswa. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diperluas melalui perjumpaan langsung dengan ruang-ruang budaya dan sejarah yang memiliki nilai penting bagi bangsa.
Sebagai perguruan tinggi seni terkemuka di Indonesia, ISI Yogyakarta terus mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan artistik, wawasan kebudayaan, dan tanggung jawab sosial. Kunjungan ke Gedung Agung menjadi salah satu upaya untuk membentuk calon desainer media yang tidak hanya kreatif secara visual, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap identitas budaya dan sejarah Indonesia.
Pengalaman edukatif ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa Desain Media Angkatan 2025 dalam menempuh proses akademik, sekaligus menguatkan peran ISI Yogyakarta sebagai institusi pendidikan seni yang konsisten melahirkan insan kreatif, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat.






