Yogyakarta 16 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta bersama Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA), University of the Arts Singapore, akan mempersembahkan Learning Collaboration Showcase: Ande-Ande Lumut pada Jumat, 17 Juli 2026, pukul 16.00 WIB, di Teater Arena, Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta. Pertunjukan ini merupakan hasil pembelajaran kolaboratif yang mempertemukan mahasiswa dan sivitas akademika dari kedua institusi dalam proses penciptaan karya lintas disiplin. Cerita rakyat Ande-Ande Lumut dihadirkan kembali melalui perpaduan karawitan, pedalangan, tari, dan teater dengan pendekatan artistik yang melibatkan pertemuan perspektif budaya Indonesia dan Singapura.
Melalui kolaborasi tersebut, tradisi tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya yang dipertahankan, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan dan inspirasi bagi penciptaan karya seni kontemporer. Proses pembelajaran bersama memberikan ruang bagi para peserta untuk bertukar gagasan, mengenal metode penciptaan yang berbeda, serta mengembangkan kemampuan bekerja dalam lingkungan seni yang lintas budaya.
Pemilihan kisah Ande-Ande Lumut menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Indonesia kepada lingkungan akademik internasional. Cerita tradisional tersebut diolah melalui berbagai unsur pertunjukan sehingga dapat dibaca kembali oleh generasi muda tanpa kehilangan nilai budaya yang menjadi dasar penciptaannya.
Keterlibatan berbagai disiplin seni dalam satu panggung juga memperlihatkan karakter pendidikan di ISI Yogyakarta yang mengedepankan integrasi pengetahuan, keterampilan artistik, riset, dan praktik penciptaan. Karawitan, pedalangan, tari, dan teater tidak tampil secara terpisah, melainkan saling mendukung dalam membangun struktur dramatik dan pengalaman pertunjukan yang utuh.
Learning Collaboration Showcase menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan seni di ISI Yogyakarta. Kerja sama dengan NAFA–University of the Arts Singapore membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar internasional, memperluas wawasan artistik, serta membangun jejaring dengan sesama calon seniman dan akademisi dari luar negeri.
Kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran seni dapat menjadi sarana diplomasi budaya. Melalui proses penciptaan bersama, para peserta tidak hanya mempelajari teknik dan bentuk pertunjukan, tetapi juga membangun pemahaman terhadap latar sosial, tradisi, dan cara pandang budaya yang berbeda.
Penyelenggaraan pertunjukan tersebut menegaskan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang aktif mengembangkan jejaring akademik global sekaligus konsisten menjadikan kekayaan seni dan budaya Indonesia sebagai basis pendidikan dan penciptaan. Pertemuan antara tradisi lokal dan perspektif internasional diharapkan melahirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan perkembangan ekosistem seni dunia.
Masyarakat, mahasiswa, akademisi, serta pelaku seni diundang untuk menyaksikan Learning Collaboration Showcase: Ande-Ande Lumut. Pertunjukan ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana cerita tradisional Indonesia diinterpretasikan kembali melalui kreativitas generasi muda dan semangat kolaborasi internasional.
Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan pengetahuan, tradisi, inovasi, dan kerja sama global dalam bidang seni. Kolaborasi dengan institusi seni internasional diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak karya bersama sekaligus memperluas kontribusi pendidikan seni Indonesia di tingkat dunia.





