Yogyakarta, 21 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta resmi membuka pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 sebagai salah satu pusat pelaksanaan seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Penyelenggaraan yang berlangsung pada 21–27 April 2026 ini menegaskan kesiapan ISI Yogyakarta dalam menghadirkan layanan publik pendidikan yang tertib, akuntabel, berbasis teknologi, dan berorientasi pada mutu pelayanan.
Pada pelaksanaan tahun ini, ISI Yogyakarta melayani sebanyak 4.457 peserta yang mengikuti ujian dalam 13 sesi. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap ISI Yogyakarta, tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang unggul dalam pengembangan keilmuan, penciptaan, dan kajian seni, tetapi juga sebagai kampus dengan kapasitas tata kelola yang kuat dalam mendukung agenda strategis pendidikan nasional.
Sebagai pusat UTBK-SNBT 2026, ISI Yogyakarta menyiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang secara menyeluruh, mulai dari ruang ujian, perangkat komputer, jaringan, sistem pengawasan, hingga dukungan teknis dan administratif panitia. Sekretariat Pusat UTBK ISI Yogyakarta dipusatkan di Gedung Rektorat sebagai pusat informasi dan koordinasi selama pelaksanaan ujian. Adapun lokasi ujian tersebar di sejumlah titik strategis di lingkungan kampus, antara lain Komplek Gedung Fakultas Seni Rupa dan Desain, Gedung UPA Perpustakaan, Gedung UPA Galeri Katamsi, Gedung UPA TIK, Gedung Pedalangan, Gedung Fakultas Seni Media Rekam, dan Gedung Animasi. Secara keseluruhan, pelaksanaan ujian ditopang oleh 12 ruang atau lokasi ujian yang telah dipersiapkan untuk menjaga kelancaran, ketertiban, dan integritas proses seleksi.


Kesiapan tersebut tidak dibangun secara instan. Sebelum pelaksanaan dimulai, ISI Yogyakarta telah mengikuti Ujicoba Nasional UTBK-SNBT 2026 pada 2 April 2026 sebagai bagian dari tahapan verifikasi sistem, infrastruktur, dan layanan. Rangkaian persiapan meliputi penjadwalan admin server, instalasi server ujian, konfigurasi perangkat, asesmen jaringan lokal, verifikasi data peserta dan ruang, hingga pengunduhan paket ujian per gelombang. Langkah ini mencerminkan keseriusan ISI Yogyakarta dalam memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar operasional nasional.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menegaskan bahwa pelaksanaan UTBK-SNBT merupakan bagian dari tanggung jawab institusi dalam mendukung sistem pendidikan tinggi nasional sekaligus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di ISI Yogyakarta merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan layanan seleksi masuk perguruan tinggi yang berkualitas, tertib, dan berintegritas. Kami ingin memastikan setiap peserta memperoleh pengalaman ujian yang aman, nyaman, dan didukung oleh infrastruktur yang andal serta layanan panitia yang responsif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kepercayaan sebagai pusat UTBK bukan semata-mata tanggung jawab teknis, melainkan juga cerminan kapasitas kelembagaan ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni negeri yang adaptif, profesional, dan mampu berkontribusi aktif dalam agenda nasional. Menurutnya, momentum ini memperlihatkan bahwa kampus seni memiliki peran yang semakin strategis, tidak hanya dalam pengembangan kebudayaan dan pendidikan seni, tetapi juga dalam memperkuat layanan publik pendidikan tinggi yang modern, transparan, dan berdaya saing.
Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 sekaligus menjadi momentum penting bagi ISI Yogyakarta untuk meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni terkemuka yang terus menguatkan mutu tata kelola, layanan publik, dan kesiapan institusi. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah juga menjadi indikator nyata atas tingginya kepercayaan masyarakat terhadap ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang terus tumbuh, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Melalui penyelenggaraan UTBK-SNBT 2026, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa keunggulan perguruan tinggi seni tidak hanya terletak pada capaian akademik dan artistik, tetapi juga pada kemampuan institusinya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, profesional, dan berdampak. Semangat ini sejalan dengan komitmen ISI Yogyakarta untuk terus memperkuat tridharma perguruan tinggi, tata kelola kelembagaan, serta peran strategisnya dalam mendukung kemajuan pendidikan nasional.






