Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

FSRD ISI Yogyakarta Perkokoh Reputasi Global melalui Akreditasi Internasional, QS WUR, dan Pembukaan Magister Desain

FSRD ISI Yogyakarta Perkokoh Reputasi Global melalui Akreditasi Internasional, QS WUR, dan Pembukaan Magister Desain

YOGYAKARTA, 13 April 2026 — Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia Yogyakarta meneguhkan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan seni dan desain unggulan melalui rangkaian capaian strategis yang diraih sepanjang 2025 dan menjadi pijakan penting memasuki 2026. Tiga pencapaian utama yang mengemuka meliputi raihan akreditasi internasional FIBAA untuk enam program studi, masuknya FSRD ISI Yogyakarta dalam klaster peringkat 151–200 dunia pada QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Art & Design, serta dibukanya Program Studi Magister Desain yang siap menerima mahasiswa baru pada Semester Gasal 2026/2027.

Enam program studi yang berhasil meraih akreditasi internasional FIBAA Jerman ialah Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Seni Murni, Kriya, dan Tata Kelola Seni. Capaian tersebut menjadi penanda bahwa mutu pendidikan yang diselenggarakan FSRD ISI Yogyakarta telah memperoleh pengakuan di tingkat global. Pada saat yang sama, masuknya FSRD ISI Yogyakarta ke jajaran elit dunia untuk subjek Art & Design kembali memperkuat daya saing institusi ini sebagai representasi pendidikan tinggi seni Indonesia di panggung internasional.

Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., menegaskan bahwa capaian tersebut bukan semata angka statistik, melainkan manifestasi dari keteguhan intelektual, kedalaman estetis, dan konsistensi FSRD dalam membangun diskursus seni rupa dan desain yang relevan secara global. Menurutnya, pengakuan internasional ini juga mengukuhkan posisi FSRD ISI Yogyakarta dalam peta pendidikan seni dan desain dunia, sekaligus memperlihatkan bahwa pendekatan yang memadukan kekayaan local genius dengan metodologi kontemporer memiliki relevansi universal.

Lebih jauh, capaian pada QS WUR 2026 disebut menjadi fondasi bagi transformasi akademik FSRD ISI Yogyakarta ke depan. Fakultas ini telah merencanakan penguatan laboratorium digital, pengembangan riset berbasis integrasi IT dan seni, serta kolaborasi lintas disiplin antara seni rupa, desain, dan sains data. Dalam lanskap pendidikan tinggi yang tengah dihadapkan pada akselerasi kecerdasan artifisial, FSRD ISI Yogyakarta menempatkan teknologi bukan sebagai ancaman terhadap kreativitas, melainkan sebagai ruang baru untuk memperluas cakrawala penciptaan, riset, dan inovasi.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan visi FSRD ISI Yogyakarta untuk menjadi institusi yang transdisipliner, berdaya saing global tanpa kehilangan kedaulatan budaya, serta berdampak nyata bagi industri kreatif dan masyarakat. FSRD juga menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang melek teknologi, adaptif terhadap pasar global, serta memiliki kepekaan kritis dan etis dalam merespons isu-isu seperti hak cipta, otentikasi karya, dan kemanusiaan di tengah otomatisasi industri kreatif.

Pembukaan Program Studi Magister Desain pada tahun akademik 2026/2027 pun menjadi langkah strategis berikutnya. Kehadiran program ini diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan publik terhadap pendidikan desain tingkat lanjut di Yogyakarta, sekaligus memperluas peran ISI Yogyakarta dalam menyiapkan sumber daya kreatif unggul yang mampu menjawab tantangan zaman. Dengan capaian dan arah pengembangan tersebut, FSRD ISI Yogyakarta tidak hanya memperkuat reputasi institusinya, tetapi juga mempertegas kontribusinya dalam menentukan masa depan seni rupa dan desain, baik pada level nasional maupun global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID