Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

27 Proposal Dosen ISI Yogyakarta Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek 2026, Tegaskan Daya Saing Seni untuk Solusi Berdampak

27 Proposal Dosen ISI Yogyakarta Lolos Pendanaan Kemdiktisaintek 2026, Tegaskan Daya Saing Seni untuk Solusi Berdampak

Yogyakarta, 10 April 2026— Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional. Berdasarkan hasil pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026 yang diumumkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sebanyak 27 proposal dosen ISI Yogyakarta dinyatakan lolos pendanaan. Capaian tersebut terdiri atas 14 proposal Program Penelitian, 12 proposal Program Pengabdian kepada Masyarakat, dan 1 proposal Program Hilirisasi Riset Prioritas.

Secara nasional, Kemdiktisaintek mengumumkan pendanaan yang diarahkan untuk memperkuat riset kampus agar tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi juga menghasilkan solusi nyata yang relevan bagi masyarakat, pemerintah daerah, industri, dan penguatan daya saing bangsa.

Bagi ISI Yogyakarta, keberhasilan ini bukan sekadar angka. Lolosnya 27 proposal menunjukkan bahwa kekuatan perguruan tinggi seni terletak bukan hanya pada penciptaan karya, melainkan juga pada kemampuan menghadirkan pengetahuan, inovasi, dan model pemberdayaan yang berdampak langsung. Tema-tema proposal yang didanai memperlihatkan keluasan kontribusi dosen ISI Yogyakarta, mulai dari pengembangan media rekam, animasi, desain interior, terapi musik, budaya visual, kriya, permainan digital, hingga penguatan seni tradisi dan pemberdayaan komunitas.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi penanda semakin kuatnya kapasitas ISI Yogyakarta dalam menghadirkan riset dan pengabdian berbasis seni yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa seni, budaya, desain, dan media bukan hanya menjadi ruang ekspresi akademik, tetapi juga sumber pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi persoalan nyata. Pendanaan ini kami maknai sebagai amanah untuk memperkuat kualitas riset, memperluas kolaborasi, dan memastikan bahwa karya serta pemikiran sivitas akademika ISI Yogyakarta memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujarnya.

Tema-tema yang lolos pendanaan tidak hanya bergerak pada ranah penciptaan artistik, tetapi juga menjangkau isu kesehatan mental, pendidikan anak, pencegahan perundungan, literasi digital, resiliensi lansia menghadapi bencana, pemberdayaan difabel, pengembangan desa wisata, penguatan UMKM kreatif, hingga pelestarian seni tradisi melalui pendekatan inovatif. Arah ini selaras dengan kebijakan pendanaan Kemdiktisaintek yang menekankan riset dan pengembangan sebagai solusi konkret bagi persoalan strategis masyarakat, pemerintah daerah, dan industri.

Pada skema Program Penelitian, dosen ISI Yogyakarta yang lolos memperlihatkan kekuatan riset lintas bidang, mulai dari animasi, desain interior, desain komunikasi visual, kriya, tata kelola seni, pendidikan musik, hingga kajian budaya. Sejumlah judul menonjol memperlihatkan orientasi kuat pada inovasi pembelajaran, pelestarian warisan budaya, serta pengembangan media dan ruang yang lebih inklusif dan adaptif.

Sementara itu, pada Program Pengabdian kepada Masyarakat, dominasi proposal yang lolos dalam skema Program Inovasi Seni Nusantara menegaskan karakter khas ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang mampu mentransformasikan kekayaan tradisi menjadi praktik pemberdayaan yang hidup di tengah masyarakat. Berbagai judul yang lolos memperlihatkan upaya penguatan seni tradisi, kolaborasi lintas medium, pemberdayaan komunitas difabel, inovasi kriya, pengembangan pariwisata berbasis budaya, hingga rebranding ruang seni berbasis kearifan lokal.

Adapun pada skema Hilirisasi Riset Prioritas, ISI Yogyakarta juga mencatat capaian penting melalui proposal yang mendorong penguatan kekayaan intelektual berbasis gim dan video sebagai ekosistem literasi digital. Kehadiran proposal hilirisasi ini menandai bahwa inovasi yang lahir dari perguruan tinggi seni memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Daftar dosen ISI Yogyakarta yang lolos pendanaan 2026 berdasarkan dokumen terlampir

A. Program Penelitian

  1. Mahendradewa Suminto — Optimasi Alur Kerja Produksi Media Rekam Portabel Berbasis Smartphone: Studi Komparasi Efektivitas Estetik dan Teknis 
  2. Suryati — PENCIPTAAN MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK VOKAL HIBRID: INTEGRASI TEKNIK VOKAL TRADISIONAL INDONESIA DAN TEKNIK VOKAL BARAT DALAM MUSIK POPULER 
  3. Djohan — Model Terapi Musik Untuk Pengelolaan Stres dan Kesehatan Mental Pemuda Melalui Frekuensi Solfegio Campuran 
  4. Megawati Atiyatunnajah — Pengembangan Model Konten Video Edukatif di Media Sosial sebagai Strategi Pencegahan Bullying pada Anak di TK IT Baitussalam Prambanan 
  5. Danang Febriyantoko — Desain Ruang Publik Daerah Aliran Sungai Berbasis Landscape-Lifescape Untuk Membangun Resiliensi Lansia Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Kota Yogyakarta 
  6. Rahmat Aditya Warman — Normalisasi Pencahayaan Citra Batik Berbasis Retinex untuk Konsistensi Tekstur Pakaian pada Animasi Karakter 3D 
  7. Yasin Surya Wijaya — Menjual Makna, Membeli Tafsir: Ekonomi Simbolik Dalam Praktik Pameran dan Pasar Seni Rupa Berbasis Budaya di Yogyakarta 
  8. Akhmad Nizam — Transformasi Simbolik Kalpataru: Jejak Seni Kosmologi Air Hindu dalam Ornamen Candi Jawa Kuno Abad VII-IX M 
  9. Jalung Wirangga Jakti — Desain Wayang Kertas Partisipatif Bregada Kraton Yogyakarta sebagai Integrasi Budaya dan Kebutuhan Perkembangan Motorik Anak Usia Dini 
  10. Evy Fenny Handayani — Transformasi Persepsi Keris dari Mistis ke Kultural: Evaluasi Dampak Jambore Nasional Keris Solo 2025 terhadap Penguatan Identitas Budaya dan Regenerasi Empu 
  11. Riza Septriani Dewi — Strategi Neuro-Inclusive Interior dalam Konseptualisasi Ruang Pendukung Belajar untuk Kesejahteraan Psikologis Siswa ADHD di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta 
  12. Tegar Andito — Narasi Bercabang pada Role Playing Game “Panji Tales” Untuk Mengenalkan Semesta Budaya Panji 
  13. Akhmad Syaiful Anwar — Transformasi Metafora Visual Batik Sawat Pengantin Cirebon dalam Narasi Animasi 2D Berbasis Etnopedagogi 
  14. Pradnya Paramytha — Peran Interior Pawon sebagai Strategi Pelestarian Kearifan Lokal pada Restoran Etnik Jawa di Yogyakarta 

B. Program Pengabdian kepada Masyarakat

  1. Eki Satria — Kolaborasi Kreatif Seni Musik Tradisi Religius Jawa dan Symphony Orchestra Sebagai Strategi Inovasi Sholawat Emprak Kaliopak 
  2. Ribeth Nurvijayanto — Penciptaan Tari Angguk Inklusif Berbasis Model Partisipatif untuk Pemberdayaan Difabel di Sanggar Sri Panglaras Kulon Progo 
  3. Sagaf Faozata Adzkia — Cipta Karya Videoklip Musik Kolaborasi Etnik Modern Kesenian Gejog Lesung Genga Wathoni Gunungkidul: Pemberdayaan Seni di Usia Senja 
  4. M. Yoga Supeno — Beat & Trance: Kolaborasi Paguyuban Wahyu Turonggo Naden dalam Inovasi Jathilan EDM sebagai Strategi Pelestarian Seni Pertunjukan Tradisional untuk Audiens Digital Native 
  5. Sugeng Wardoyo — Optimalisasi Teknologi Tepat Guna Batik Cap–Tie-Dye dan Inovasi Desain Modern Sebagai Strategi Peningkatan Mutu dan Penjualan UMKM Kenanga Batik 
  6. Yonata Buyung Mahendra — Inovasi Visualisasi Karya Kriya Kulit melalui Desain Digital dan Konten Kreatif 
  7. Amar Leina Chindany — Pemberdayaan Komunitas Perempuan Disabilitas Avta Kebaya melalui Eksplorasi Desain Kreatif dan Media Souvenir Inklusif Berbasis Wisata 
  8. Fitri Rahmah — Pengembangan Model Teater Imersif untuk Kelompok Teater IB Creative Art di Kelurahan Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Yogyakarta 
  9. Eli Irawati — Implementasi Inovasi Jathilan Turonggo Kos-Kosan Berbasis Tetabuhan Etnis Nusantara di Bakulan Wetan, Kalurahan Patalan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 
  10. Galih Prakasiwi — Rebranding Desa Wisata Sambirejo melalui Rekonstruksi Karakter Narasimha: Inovasi Desain Media dan Kostum Tari Berbasis Budaya Lokal 
  11. Deddy Setyawan — Inovasi Seni Visual dan Cinematic Rebranding Saung Banon Arts Menuju Eco Gallery Berbasis Local Wisdom di Kawasan Persawahan Sidokarto, Sleman 
  12. Indiria Maharsi — PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN WAYANG BEBER WONOSARI LAKON JAKA TARUB 

C. Program Hilirisasi Riset PrioritasSamuel Gandang Gunanto — Revitalisasi IP ‘Emak-emak Matic’: Dari Game Kasual Menuju Ekosistem Literasi Digital Berbasis Video

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID