Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Lewat Kelola Art Talk #39, ISI Yogyakarta Perkokoh Peran sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan Seni

Lewat Kelola Art Talk #39, ISI Yogyakarta Perkokoh Peran sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan Seni

Yogyakarta, 9 April 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menghadirkan ruang dialog akademik yang mempertemukan kampus dengan praktik industri kreatif melalui Kelola Art Talk (KAT) #39. Mengangkat tema “Prambanan Jazz Festival: Strategi Tata Kelola dan Keberlanjutan di Balik Popularitas,” kegiatan ini akan diselenggarakan pada Jumat, 17 April 2026 di Gedung Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta.

Kegiatan ini menghadirkan Tovic Raharja, Direktur Utama Rajawali Indonesia, sebagai pemateri. Diskusi akan dimoderatori oleh Gwenia Albertina, mahasiswi Program Studi S1 Tata Kelola Seni. Forum ini terbuka gratis untuk umum dan menjadi bagian dari komitmen ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, relevan, dan terhubung langsung dengan dinamika dunia profesional.

Melalui tema yang diangkat, Kelola Art Talk #39 akan mengulas berbagai aspek penting di balik penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival sebagai salah satu event berskala besar yang dikenal luas publik. Pembahasan tidak hanya menyentuh sisi popularitas, tetapi juga strategi tata kelola, keberlanjutan program, pengelolaan jejaring, hingga tantangan menjaga kualitas penyelenggaraan di tengah tuntutan industri kreatif yang terus berkembang.

Penyelenggaraan forum ini menegaskan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang pengembangan artistik, tetapi juga pusat pembelajaran yang memberi perhatian serius pada tata kelola seni, manajemen event, dan penguatan ekosistem budaya. Melalui kegiatan seperti Kelola Art Talk, mahasiswa memperoleh akses pada pengalaman nyata, wawasan profesional, serta perspektif strategis yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan di bidang seni dan industri kreatif masa kini.

Kehadiran praktisi industri dalam forum akademik juga memperlihatkan upaya ISI Yogyakarta dalam membangun jembatan yang produktif antara pendidikan tinggi seni dengan dunia kerja. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, terbuka terhadap kolaborasi, dan berorientasi pada pengembangan kapasitas sumber daya manusia seni budaya yang unggul.

Bagi mahasiswa, forum ini menjadi kesempatan penting untuk memahami bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya ditentukan oleh kualitas artistik, tetapi juga oleh perencanaan yang matang, pengelolaan yang profesional, serta visi keberlanjutan yang kuat. Sementara bagi masyarakat umum, kegiatan ini menawarkan ruang belajar yang memperkaya pemahaman mengenai praktik pengelolaan event budaya dalam skala yang lebih luas.

Kelola Art Talk #39 diharapkan menjadi forum yang tidak hanya memperluas cakrawala akademik, tetapi juga mempertegas kontribusi ISI Yogyakarta dalam membangun diskursus seni yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan terus menghadirkan ruang perjumpaan antara ilmu, praktik, dan jejaring industri, ISI Yogyakarta menunjukkan perannya sebagai kampus seni yang aktif menciptakan nilai, pengetahuan, dan dampak bagi masyarakat.

Pendaftaran kegiatan dapat dilakukan dengan memindai barcode pada poster publikasi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui narahubung Salwa di 087753102856.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID