Yogyakarta, 26 Maret 2026. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan capaian internasional dengan masuk dalam klaster 151–200 dunia pada QS World University Rankings (QS WUR) by Subject 2026 untuk bidang Art & Design. Hasil ini menegaskan keberlanjutan rekognisi global terhadap kualitas akademik, reputasi keilmuan, dan daya saing ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni di Indonesia. QS WUR mencatat bahwa edisi 2026 untuk Art & Design memuat lebih dari 300 institusi dari berbagai negara, dengan Royal College of Art menempati posisi teratas dunia. Hasil QS WUR by Subject 2026 telah diumumkan pada 25 Maret 2026. Capaian ini menempatkan ISI Yogyakarta pada posisi 4 besar di Indonesia, 20 besar di Asia Tenggara, dan 50 besar di Asia untuk rumpun bidang tersebut. Pencapaian ini menegaskan keberlanjutan rekognisi global terhadap kualitas akademik, reputasi keilmuan, dan daya saing ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni di Indonesia.
Capaian ini penting karena menempatkan ISI Yogyakarta dalam percakapan internasional bersama berbagai institusi seni dan desain terkemuka dunia. Pada halaman profil resminya di TopUniversities, ISI Yogyakarta juga ditandai berada pada QS WUR Ranking By Subject 2026: #151–200. Artinya, nama ISI Yogyakarta tetap hadir dalam lanskap global pendidikan seni-desain yang kompetitif dan sangat selektif.
QS WUR melakukan penilaian berdasarkan lima indikator utama, yaitu academic reputation, employer reputation, citations per paper, H-index, dan international research network. Untuk bidang Art & Design, indikator reputasi akademik dan reputasi pengguna lulusan menjadi komponen yang sangat menentukan, karena memperlihatkan bagaimana sebuah institusi dipandang oleh komunitas akademik global dan dunia kerja.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi penanda penting atas konsistensi institusi dalam memperkuat mutu dan rekognisi internasional. “Masuknya ISI Yogyakarta dalam klaster 151–200 dunia pada QS World University Rankings by Subject 2026 bidang Art & Design adalah capaian yang patut disyukuri sekaligus menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas. Ini menunjukkan bahwa pendidikan seni Indonesia, khususnya yang dikembangkan di ISI Yogyakarta, memiliki relevansi, reputasi, dan daya saing dalam peta global. Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi internasional, mutu akademik, riset, serta ekosistem kreatif agar kontribusi ISI Yogyakarta semakin berdampak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan arah pengembangan kelembagaan ISI Yogyakarta yang dalam berbagai kesempatan menegaskan target sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif, berdaya saing global, dan berdampak. Pada awal 2026, pihak kampus juga menegaskan bahwa capaian institusi menjadi fondasi penting untuk memperkuat peran strategis ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian berbasis seni budaya. Dalam forum internal Maret 2026, Rektor ISI Yogyakarta kembali menekankan pentingnya transformasi kelembagaan menuju perguruan tinggi seni berdaya saing global.
Bagi ISI Yogyakarta, hasil QS ini bukan sekadar angka pemeringkatan, melainkan modal reputasional yang penting untuk memperluas kepercayaan publik, memperkuat jejaring kemitraan, serta meningkatkan daya tarik kampus di mata calon mahasiswa, mitra internasional, industri kreatif, dan komunitas seni. Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, keberhasilan masuk dalam klaster 151–200 dunia pada bidang Art & Design menunjukkan bahwa ISI Yogyakarta terus bergerak sebagai kampus seni yang tidak hanya menjaga tradisi artistik, tetapi juga relevan dengan dinamika inovasi, kolaborasi, dan perkembangan dunia kreatif kontemporer.
Capaian ini mempertegas posisi ISI Yogyakarta sebagai salah satu wajah penting pendidikan tinggi seni Indonesia di tingkat dunia. Dengan fondasi akademik yang kuat, kekayaan tradisi seni budaya, serta pengembangan jejaring internasional yang terus diperluas, ISI Yogyakarta memiliki pijakan yang semakin kokoh untuk melangkah sebagai kampus seni bereputasi global.





