Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Menggerakkan Diplomasi Budaya, ISI Yogyakarta Buka Kolaborasi Internasional Warisan Dunia 2026

Menggerakkan Diplomasi Budaya, ISI Yogyakarta Buka Kolaborasi Internasional Warisan Dunia 2026

Yogyakarta, 26 Februari 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) resmi membuka rangkaian Kick Off Workshop bertajuk “The Cosmological Axis of Yogyakarta and Its Historical Landmarks: Seeing World Heritage Through Different Eyes – Cultural Collisions Goes Indonesia” di Gedung Ajiyasa FSRD ISI Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi lintas disiplin dalam membaca dan merefleksikan Warisan Dunia Sumbu Filosofis Yogyakarta melalui perspektif seni, arsitektur, dan budaya. Workshop ini mempertemukan akademisi, praktisi, serta mahasiswa dalam ruang dialog akademik yang konstruktif untuk memperkaya pemahaman tentang pelestarian warisan budaya dalam konteks lokal maupun global.

Empat narasumber dihadirkan dalam forum ini, yakni Dr. Ulrike Herbig dari TU Wien, Austria; Dr. Laretna T. Adi Sakti dari Architecture and Planning Universitas Gadjah Mada; Warsono, M.A. dari Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta; serta Drs. Aryanto Hendro Suprantoro, Kepala Balai Pengelolaan Kawasan Sumbu Filosofis DIY.

Dokumentasi Humas Konservasi Seni
Dokumentasi Humas Konservasi Seni
Dokumentasi Humas Konservasi Seni

Dalam pemaparannya, para pembicara menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam memahami lanskap sejarah dan nilai kosmologis Yogyakarta sebagai Warisan Dunia. Perspektif internasional yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan TU Wien turut memperkaya diskursus mengenai pengelolaan dan konservasi situs warisan budaya di tengah dinamika sosial dan perkembangan kota.

Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh penguatan konseptual, tetapi juga didorong untuk mengembangkan sensitivitas artistik dan akademik dalam membaca ruang kota sebagai entitas budaya yang hidup. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus refleksi kritis terhadap praktik pelestarian warisan budaya di era global.

Agenda World Heritage Day & Exhibition digelar di Tugu Station Yogyakarta tersebut akan menampilkan karya mahasiswa Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta bersama mahasiswa Universitas Gadjah Mada sebagai wujud implementasi hasil diskusi dan eksplorasi akademik selama workshop berlangsung.

Dokumentasi Humas Konservasi Seni
Dokumentasi Humas Konservasi Seni

Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan komitmen ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang aktif berkontribusi dalam pelestarian warisan budaya, penguatan jejaring internasional, serta pengembangan wacana kreatif berbasis riset. Melalui sinergi akademik dan praktik artistik, ISI Yogyakarta terus memperkokoh perannya sebagai pusat unggulan pendidikan seni yang responsif terhadap isu-isu kebudayaan global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID