Yogyakarta, 24 Februari 2026 – Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni unggulan melalui kiprah dosennya di panggung nasional. Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), AC Andre Tanama, menggelar pameran tunggal bertajuk STILL: Silent/World di Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas Lantai 8, Jakarta.
Pameran yang dibuka pada Kamis, 12 Februari 2026 dan berlangsung hingga 12 Maret 2026 ini menghadirkan 41 karya lintas medium, mulai dari lukisan, seni grafis woodcut dan lithografi, patung, soft-sculpture, video animasi 3D, hingga art jewelry Andre Tanama. Kegiatan ini menjadi momentum penting yang menunjukkan daya jelajah akademisi ISI Yogyakarta dalam ranah praktik seni kontemporer nasional.
Pameran STILL: Silent/World merupakan hasil kolaborasi antara Bentara Budaya, Meiro Gallery, dan Jewel of Eden, dengan dukungan Kompas Gramedia serta sponsor Santika Premiere Slipi Jakarta Andre Tanama. Pembukaan pameran diresmikan oleh Dr. Sendy Widjaja (Co-Founder dan Fair Director ArtMoments Jakarta) dan dipandu oleh Cipry Tjan (Founder Jewel of Eden) Andre Tanama, memperkuat jejaring ISI Yogyakarta dengan ekosistem seni dan industri kreatif nasional.

Kehadiran karya dosen ISI Yogyakarta dalam ruang pamer bergengsi di Jakarta tidak hanya menjadi capaian personal seniman, tetapi juga cerminan kualitas atmosfer akademik dan ekosistem kreatif kampus yang mendorong dosen untuk terus aktif berkarya dan berkontribusi di tingkat nasional.
AC Andre Tanama merupakan dosen Seni Murni di ISI Yogyakarta sejak 2006 Andre Tanama. Ia dikenal sejak awal kariernya melalui figur Wayang Monyong (2002–2006), yang memuat kritik sosial dan refleksi budaya visual. Prestasinya antara lain tiga kali penghargaan karya terbaik pada Dies Natalis ISI Yogyakarta (2002, 2003, 2005), serta 1st Winner Indonesia Printmaking Triennale II dari Bentara Budaya Jakarta pada 2006 Andre Tanama.
Pada 2015, ia juga meraih Dewantara Award dari Kemendikbud RI sebagai Pemenang I Poster Film Terbaik untuk poster film SITI dengan teknik seni grafis woodcut Andre Tanama. Rangkaian capaian tersebut menunjukkan konsistensi dan kualitas praktik artistik yang sejalan dengan tradisi akademik ISI Yogyakarta sebagai pusat pendidikan seni yang produktif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sumber: Dok. Bentara Budaya dan Kompas Gramedia

Pameran ini menampilkan perkembangan figur “Gwen Silent” yang diperkenalkan sejak 2007, sosok anak perempuan tanpa mulut yang merepresentasikan refleksi keheningan dan pengalaman batin Andre Tanama. Memasuki 2024, figur ini hadir dengan mata terbuka dalam fase “Reborn: Gwen Silent World”, menandai keterbukaan terhadap kompleksitas dunia dan keterhubungan manusia dengan alam semesta Andre Tanama.
Penulis dan esais budaya Seno Gumira Ajidarma menilai praktik artistik Andre Tanama memadukan kesempurnaan teknis dan spiritual, melalui proses pengendapan dan disiplin kreatif yang kuat Andre Tanama. Sementara itu, kurator Frans Sartono menekankan bahwa karya-karya dalam pameran ini menghadirkan ruang pengalaman batin yang mengajak publik untuk memperlambat langkah dan mendengarkan makna dalam keheningan Andre Tanama.
Kiprah AC Andre Tanama menjadi representasi nyata komitmen ISI Yogyakarta dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di kelas, tetapi juga pada praktik profesional dan jejaring industri seni.


Di tengah momentum penerimaan mahasiswa baru, capaian ini memperlihatkan bahwa calon mahasiswa akan belajar langsung dari dosen-dosen aktif yang terlibat dalam pameran bergengsi, memperoleh penghargaan nasional, dan berkontribusi dalam diskursus seni kontemporer. Hal ini semakin memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni terkemuka yang mampu melahirkan seniman, kurator, akademisi, dan pelaku industri kreatif berdaya saing tinggi.
Melalui pameran STILL: Silent/World, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan bahwa praktik akademik dan praktik artistik berjalan beriringan—membuktikan bahwa kampus seni bukan sekadar ruang belajar, melainkan pusat produksi gagasan, refleksi, dan inovasi budaya yang berdampak luas bagi masyarakat.







