Yogyakarta, 3 November 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menjadi tuan rumah pemutaran dua film Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) dan diskusi antikorupsi pada Kamis, 5 November 2026. Kegiatan bertajuk Layar Bersuara itu akan berlangsung pukul 13.15–16.00 WIB di Ruang Audio Visual (AUVI), Fakultas Seni Rupa dan Desain?
Mengusung tema “Internalisasi Integritas pada Ekosistem Sinema dan Komunitas Film di Yogyakarta”, kegiatan ini mempertemukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, pembuat film, dan alumni program Sinergi Integritas Muda Indonesia (SINTESIS) 2026. Diskusi akan membahas bagaimana film menanggapi perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari serta bagaimana nilai integritas dapat diterapkan dalam kerja perfilman, mulai dari pendanaan dan produksi hingga distribusi.
Dua film drama pendek berdurasi masing-masing 15 menit akan menjadi pembuka diskusi. Film pertama, Loma (ACFFEST 2022), ditulis dan disutradarai Della Kartika serta diproduksi Usamah Afif bersama Relung Production. Berlatar perkemahan Pramuka, film ini mengikuti Loma, seorang pelajar yang dijauhi teman-temannya karena kasus korupsi orang tuanya. Ketika ia harus bekerja satu regu dengan Hera, teman yang selama ini mengucilkannya, serangkaian tugas pencarian jejak menguji kekompakan mereka. Melalui pengalaman Loma, film ini memperlihatkan bagaimana dampak sosial korupsi dapat menjangkau anak dan lingkungan sekolah.


Film kedua, Menabur Angin Menuai Badai (ACFFEST 2024), ditulis dan disutradarai Indigo Gabriel serta diproduksi Farhan Febriyanto bersama Meneer Inc. Film ini mengisahkan Yohanes, seorang penderita penyakit jantung yang tak lagi mampu membeli obat. Saat mencari pertolongan, ia menghadapi tuntutan pengorbanan yang semakin berat. Kisah Yohanes membuka ruang pembicaraan tentang kerentanan seseorang ketika kebutuhan mendesak membatasi pilihannya.
Diskusi akan menghadirkan Dion Hardika Sumarto, Wakil Ketua Satuan Tugas 2 Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Della Kartika selaku sutradara Loma, dan Saddam P.D. Rimbawan, produser film sekaligus alumni SINTESIS 2026. Rangkaian acara juga mencakup sesi berbagi bersama alumni SINTESIS dari Daerah Istimewa Yogyakarta.
Melalui dukungan Fakultas Seni Media Rekam (FSMR), ISI Yogyakarta membuka ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mendiskusikan persoalan publik melalui karya film. Pertemuan dengan pembuat film memberi peserta kesempatan untuk menelaah bagaimana pilihan tokoh, konflik, dan sudut pandang membentuk cara penonton memahami dampak korupsi. Pembahasan tentang pendanaan, produksi, dan distribusi membawa percakapan itu ke keputusan yang dihadapi calon sineas dalam praktik kerja mereka.
Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, termasuk bagi mahasiswa S1 Film dan Televisi, D4 Produksi Film dan Televisi, serta D4 Animasi. Peserta dapat mendaftar dengan memindai kode QR pada poster atau melalui bit.ly/Renaksi_LayarBersuaraXFSMR







