Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

FSRD ISI Yogyakarta Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Kerja Sama dengan ZHdK Swiss

FSRD ISI Yogyakarta Perkuat Internasionalisasi Kampus melalui Kerja Sama dengan ZHdK Swiss

Yogyakarta, 2 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan seni dan desain. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan akademik ke Zurich University of the Arts (ZHdK), Swiss.

Kunjungan ini menjadi bagian dari strategi ISI Yogyakarta dalam memperluas jejaring kerja sama internasional, khususnya di bidang pendidikan seni, riset, pertukaran akademik, praktik artistik, serta pengembangan kolaborasi lintas budaya. Melalui pertemuan tersebut, kedua institusi membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan pada masa mendatang.

Delegasi ISI Yogyakarta diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan ZHdK, yaitu Prof. Dr. Karin Mairitsch selaku President of Zurich University of the Arts; Florence Balthasar, Head of International Affairs; Martin Jaeggi, Head of Bachelor Fine Arts; Daniel Späti, Head of Minor Transcultural Collaboration; serta Jennifer Buckley dari International Affairs.

Delegasi ISI Yogyakarta dipimpin oleh Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Dr. Suryati, M.Hum. selaku Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum; Yulyta Kodrat Prasetyaningsih, M.T. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum FSRD; Dr. I Gede Arya Sucitra, M.Sn. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik FSRD; Lutse Lambert Daniel Morin, M.Sn. selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama; serta Dr. Yulriawan Dafri, M.Hum. dan Dr. Alvi Lufiani, M.F.A. dari Departemen Kriya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi ISI Yogyakarta meninjau sejumlah fasilitas akademik dan infrastruktur seni yang dimiliki ZHdK. Peninjauan dilakukan bersama Florence Balthasar dan Martin Jaeggi, meliputi studio seni, perpustakaan universitas, perpustakaan koleksi material seni atau art material library, laboratorium pembelajaran, serta ruang-ruang pamer yang menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan seni di ZHdK.

Melalui agenda tersebut, delegasi ISI Yogyakarta memperoleh gambaran mengenai pengelolaan pembelajaran berbasis studio, pemanfaatan koleksi material seni sebagai sumber riset, serta integrasi antara praktik artistik, penelitian, dan industri kreatif. Model pembelajaran tersebut menjadi salah satu rujukan penting dalam memperkuat pengembangan pendidikan seni dan desain yang adaptif terhadap dinamika global.

Selain melakukan studi fasilitas, FSRD ISI Yogyakarta juga menyampaikan presentasi profil institusi. Presentasi disampaikan oleh Dr. I Gede Arya Sucitra, M.Sn., yang memaparkan keunggulan akademik, capaian internasional, serta arah pengembangan FSRD ISI Yogyakarta sebagai salah satu institusi pendidikan seni rupa dan desain di Indonesia.

Dokumentasi Humas FSRD

Pada kesempatan yang sama, FSRD ISI Yogyakarta juga menghadirkan Mini Exhibition yang menampilkan beragam karya dosen. Karya yang dipresentasikan mencakup berbagai medium dan disiplin seni, antara lain lukisan, batik, drawing, keramik, cat air atau watercolour, proyek desain interior, ilustrasi, karya digital, fotografi, patung, hingga perhiasan atau jewellery.

Keberagaman karya tersebut memperlihatkan kekayaan praktik artistik, inovasi material, serta pendekatan multidisipliner yang berkembang di lingkungan FSRD ISI Yogyakarta. Pimpinan dan dosen ZHdK memberikan apresiasi terhadap kualitas artistik, keberagaman medium, serta eksplorasi kreatif yang ditampilkan. Karakter seni Indonesia, khususnya yang tumbuh di Yogyakarta, dinilai memiliki kekuatan dalam memadukan nilai budaya lokal dengan praktik seni kontemporer yang relevan dalam konteks global.

Dalam sesi diskusi, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama akademik internasional. Beberapa bidang yang menjadi perhatian antara lain pertukaran mahasiswa dan dosen, joint research dan publikasi ilmiah, seminar, konferensi, workshop, artist talk, kolaborasi pameran seni, pengembangan kurikulum internasional, serta program akademik berbasis kolaborasi lintas budaya atau transcultural collaboration.

Dekan FSRD ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, S.Sn., M.T., menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum penting bagi FSRD ISI Yogyakarta untuk memperluas jejaring akademik global. Kolaborasi dengan ZHdK diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam praktik pembelajaran, riset, dan penciptaan seni yang berorientasi internasional.

Sementara itu, President of Zurich University of the Arts, Prof. Dr. Karin Mairitsch, menyampaikan harapan agar pertemuan ini menjadi awal dari kerja sama jangka panjang antara ZHdK dan ISI Yogyakarta. Menurutnya, perkembangan pendidikan seni global membutuhkan kolaborasi yang bertumpu pada semangat transcultural collaboration, multiculturalism, dan transmedia. Melalui pertukaran perspektif budaya dan praktik artistik lintas negara, mahasiswa maupun dosen dapat memperkaya pengalaman akademik dan kreatifnya.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan program SHARE CAMPUS. Program internasional yang diinisiasi ZHdK ini telah berjalan selama sebelas tahun dan menghubungkan berbagai universitas mitra di sejumlah negara melalui sistem pembelajaran hybrid. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti kelas internasional, diskusi mingguan, presentasi proyek, kolaborasi lintas negara, hingga menghasilkan pameran kolaboratif sebagai luaran akhir.

Pada tahun 2026, tiga mahasiswa FSRD ISI Yogyakarta telah berpartisipasi dalam program SHARE CAMPUS dan bekerja sama dengan komunitas seni di Yogyakarta sebagai bagian dari proyek internasional tersebut. Koordinator program, Daniel Späti, menjelaskan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam SHARE CAMPUS dapat dikonversi ke dalam sistem kredit akademik, setara dengan sekitar 2 SKS. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan internasionalisasi kurikulum di perguruan tinggi mitra.

Selain SHARE CAMPUS, ZHdK juga menawarkan program International Summer Course yang diselenggarakan setiap tahun pada periode Juli hingga September setelah semester reguler berakhir. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai universitas mitra untuk memilih tema pembelajaran sesuai minat akademik masing-masing.

Program Summer Course juga berpeluang diselenggarakan secara kolaboratif oleh universitas-universitas mitra. Dengan demikian, mahasiswa FSRD ISI Yogyakarta memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pengalaman belajar internasional, memperluas jejaring akademik, serta membangun koneksi profesional di tingkat global.

Rangkaian kunjungan akademik ini ditutup dengan pertukaran plakat institusi dan pemberian cendera mata berupa karya seni serta batik Indonesia. Pertukaran tersebut menjadi simbol persahabatan sekaligus komitmen kedua institusi untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Melalui kunjungan ke Zurich University of the Arts, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi perguruan tinggi seni, meningkatkan mobilitas akademik, serta mengembangkan kolaborasi global di bidang pendidikan, penelitian, dan praktik seni. Kemitraan dengan ZHdK diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya program-program inovatif yang memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat pengembangan seni dan desain yang berdaya saing internasional.

Dokumentasi Humas FSRD
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID