YOGYAKARTA – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar Jalan Sehat “Redefining Arts Impact” dalam rangka Dies Natalis ke-42 pada Kamis, 11 Juni 2026, di lingkungan Rektorat ISI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis yang mengusung tema besar “Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan, dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence”.
Jalan sehat ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan olahraga bersama, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan sivitas akademika, alumni, mitra, dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan serta menegaskan peran seni dalam meningkatkan kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menghadirkan seni sebagai energi sosial yang mampu membangun kesadaran hidup sehat, mempererat relasi kemanusiaan, dan memperkuat identitas kampus seni di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas pegawai aktif ISI Yogyakarta, keluarga pegawai dan dosen, perwakilan organisasi mahasiswa, pensiunan ISI Yogyakarta, alumni, serta perwakilan Forkompim Kapanewon Sewon Bantul. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga rumah kebudayaan yang terus merawat hubungan dengan komunitas, alumni, dan masyarakat sekitar.


Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Rektor ISI Yogyakarta, dilanjutkan dengan tarian pembuka oleh mahasiswa Fakultas Seni Pertunjukan. Setelah itu, peserta mengikuti jalan sehat bersama, flash mob atau senam, hiburan, serta pengundian doorprize. Suasana kegiatan semakin semarak dengan mini karnaval yang menampilkan ekspresi kreatif sivitas akademika ISI Yogyakarta sebagai ciri khas perguruan tinggi seni.
Mini karnaval menjadi penanda penting bahwa perayaan Dies Natalis ISI Yogyakarta tidak berhenti pada seremoni, tetapi hadir sebagai peristiwa budaya yang hidup. Melalui kostum, gerak, musik, dan ekspresi visual, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana seni dapat hadir secara dekat, inklusif, dan komunikatif di tengah masyarakat kampus. Ruang kampus pun berubah menjadi arena apresiasi, partisipasi, dan perayaan kreativitas bersama.



Rektor ISI Yogyakarta menyampaikan bahwa Dies Natalis ke-42 menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang terus tumbuh, beradaptasi, dan memberi dampak. Di tengah perubahan teknologi, termasuk perkembangan artificial intelligence, ISI Yogyakarta menegaskan bahwa seni tetap memiliki peran penting dalam menjaga nilai kemanusiaan, kepekaan sosial, dan daya cipta manusia.
“ISI Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan seni yang berdampak. Seni tidak hanya hidup di ruang pertunjukan, studio, galeri, atau layar, tetapi juga dalam kebersamaan, kesehatan, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kita merayakan seni sebagai kekuatan yang menyatukan,” ujar Rektor ISI Yogyakarta.
Sebagai perguruan tinggi seni terkemuka di Indonesia, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya dalam pendidikan, penciptaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan jejaring kebudayaan. Perayaan Dies Natalis ke-42 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa kampus seni memiliki kontribusi strategis dalam membangun ekosistem kreatif, memperluas diplomasi budaya, serta menumbuhkan generasi seniman, akademisi, dan kreator yang relevan dengan tantangan global.


Kegiatan jalan sehat juga menyediakan berbagai hadiah utama dan hadiah hiburan bagi peserta. Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya membangun suasana perayaan yang hangat, partisipatif, dan menggembirakan bagi seluruh warga kampus.
Melalui Jalan Sehat “Redefining Arts Impact” dan mini karnaval Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan karya dan pemikiran, tetapi juga membangun ekosistem kebudayaan yang sehat, inklusif, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.






