Yogyakarta, 12 Juni 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menegaskan reputasinya sebagai perguruan tinggi seni bereputasi internasional melalui capaian membanggakan pada IV International Festival of Puppet Theaters “Crossroads” di Novosibirsk, Rusia, tahun 2026. Pertunjukan “Рыцарь ищет отца” / “Ritsar ishchet ottsa” atau “Ksatria Mencari Ayah” dari ISI Yogyakarta berhasil memperoleh dua piagam penghargaan dalam ajang tersebut.
Dua penghargaan tersebut adalah Special Prize from Novosibirsk Media untuk kategori pelestarian dan pemopuleran teater boneka nasional, serta nominasi “Открытие фестиваля” atau “Festival Discovery”. Dalam konteks penghargaan festival, istilah “Открытие фестиваля” dapat dimaknai sebagai “temuan festival” atau “kejutan terbaik festival”, yaitu apresiasi terhadap pertunjukan yang dinilai memberi kesan kuat, segar, dan memiliki daya tarik khusus di antara peserta internasional.
Capaian ini menjadi penanda penting bahwa praktik seni pertunjukan yang dikembangkan ISI Yogyakarta tidak hanya berakar pada kekayaan tradisi Indonesia, tetapi juga mampu hadir dalam percakapan seni global. Melalui pertunjukan “Ksatria Mencari Ayah”, ISI Yogyakarta menunjukkan kemampuan sivitas akademik seni dalam mengolah narasi, teknik pertunjukan, estetika boneka, dan nilai budaya menjadi karya yang komunikatif bagi publik internasional.
IV International Festival of Puppet Theaters “Crossroads” diikuti oleh para seniman dan kelompok teater boneka dari delapan negara, yakni Mesir, Iran, Indonesia, Tiongkok, Arab Saudi, Tajikistan, Turki, dan Uzbekistan, serta sepuluh teater dari berbagai kota di Rusia. Selama tujuh hari penyelenggaraan, festival menghadirkan pertunjukan di lima venue kota Novosibirsk dengan total 28 pertunjukan festival dan pertunjukan untuk publik yang disaksikan oleh 6.056 penonton.


Festival ini juga dibuka dengan parade boneka berskala besar di Lenin Street, pusat Kota Novosibirsk, yang diikuti sekitar 5.000 orang. Kehadiran ISI Yogyakarta dalam ruang festival tersebut memperluas eksposur seni Indonesia di tingkat internasional, terutama dalam bidang teater boneka yang memiliki kedekatan kuat dengan tradisi pewayangan, seni rupa pertunjukan, musik, gerak, dan narasi budaya Nusantara.
Penghargaan dari media Novosibirsk kepada pertunjukan “Ksatria Mencari Ayah” memperlihatkan bahwa karya ISI Yogyakarta dinilai memiliki kontribusi penting dalam menjaga dan memperkenalkan teater boneka nasional kepada audiens dunia. Apresiasi ini menjadi pengakuan bahwa seni tradisi Indonesia dapat terus dikembangkan melalui pendekatan akademik, eksperimental, dan lintas budaya tanpa kehilangan identitas kulturalnya.
Sementara itu, penghargaan “Festival Discovery” menempatkan karya ISI Yogyakarta sebagai salah satu pertunjukan yang memberi impresi kuat dalam festival. Pengakuan ini menunjukkan bahwa karya seni yang lahir dari lingkungan kampus seni mampu menawarkan kebaruan, kekuatan artistik, dan daya komunikasi lintas bahasa dalam forum internasional.

Keikutsertaan dan capaian ISI Yogyakarta dalam festival tersebut sekaligus memperkuat posisi lembaga sebagai pusat pendidikan tinggi seni yang aktif membangun jejaring global. Melalui partisipasi internasional, ISI Yogyakarta tidak hanya mengirimkan karya, tetapi juga membawa diplomasi budaya Indonesia ke panggung dunia.
Prestasi ini menjadi bagian dari komitmen ISI Yogyakarta dalam mengembangkan ekosistem seni yang unggul, berdaya saing, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dengan berlandaskan tradisi, kreativitas, dan riset artistik, ISI Yogyakarta terus memperluas kontribusinya sebagai perguruan tinggi seni yang mampu menghubungkan warisan budaya Indonesia dengan dinamika seni kontemporer internasional.





