Yogyakarta, 9 Juni 2026 – Program Studi S-1 Fotografi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menyelenggarakan Pekan Fotografi Sewon (PFS) #19 bertajuk “Prime Time” pada 11–14 Juni 2026 di Galeri Pandeng dan Gedung Fotografi FSMR ISI Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus ajang diseminasi karya Tugas Akhir mahasiswa Fotografi ISI Yogyakarta kepada publik luas.
Pameran yang berlangsung selama empat hari tersebut menghadirkan beragam karya fotografi yang merefleksikan dinamika sosial, budaya, lingkungan, identitas, hingga perkembangan teknologi visual yang berkembang di tengah masyarakat. Melalui tema “Prime Time”, para mahasiswa menafsirkan momentum terbaik dalam proses kreatif, sekaligus menampilkan capaian akademik dan artistik yang telah ditempuh selama masa studi.
Rangkaian kegiatan dibuka melalui Opening Ceremony pada 11 Juni 2026 pukul 15.30–21.00 WIB, dilanjutkan dengan pameran yang dapat dikunjungi masyarakat pada 12–14 Juni 2026 pukul 09.00–21.00 WIB. Selain pameran karya, Pekan Fotografi Sewon #19 juga menghadirkan berbagai agenda pendukung seperti Photowalk, Artist Talk, Sharing Session, hingga Closing Party yang dirancang untuk memperkuat interaksi antara mahasiswa, akademisi, praktisi industri kreatif, komunitas fotografi, dan masyarakat umum.
Penyelenggaraan PFS #19 menegaskan komitmen ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni terkemuka dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya, tetapi juga pada pengembangan wacana, jejaring profesional, dan keterlibatan publik. Melalui pameran tugas akhir yang terbuka untuk masyarakat, ISI Yogyakarta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menguji relevansi gagasan artistiknya sekaligus memperlihatkan kualitas pendidikan seni yang berorientasi pada praktik, riset, dan inovasi.
Dekan Fakultas Seni Media Rekam ISI Yogyakarta menegaskan bahwa pameran tugas akhir merupakan bagian penting dari proses akademik yang menghubungkan pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat. Karya-karya yang ditampilkan tidak hanya menunjukkan penguasaan teknis fotografi, tetapi juga kemampuan mahasiswa dalam membaca fenomena sosial dan menerjemahkannya menjadi karya visual yang komunikatif dan reflektif.
Sebagai institusi pendidikan seni yang terus memperkuat reputasi di tingkat nasional dan internasional, ISI Yogyakarta secara konsisten mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus memiliki kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan dan praktik seni. Pekan Fotografi Sewon #19 menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan proses pendidikan tersebut melalui lahirnya generasi fotografer muda yang memiliki sensitivitas artistik, kemampuan konseptual, serta kesiapan berkompetisi di industri kreatif.
Kehadiran berbagai mitra industri, media, komunitas fotografi, dan publik dalam penyelenggaraan kegiatan ini juga menunjukkan kuatnya jejaring kolaborasi yang dibangun ISI Yogyakarta. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat unggulan pendidikan seni yang mampu menjembatani dunia akademik dengan ekosistem profesional dan industri kreatif.
Melalui Pekan Fotografi Sewon #19, ISI Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai ruang lahirnya gagasan, kreativitas, dan inovasi seni yang berdampak bagi masyarakat. Pameran ini sekaligus menjadi ajakan kepada publik untuk melihat bagaimana fotografi tidak hanya berfungsi sebagai medium dokumentasi, tetapi juga sebagai bahasa visual yang mampu merekam, mengkritisi, dan memaknai berbagai realitas kehidupan kontemporer.





