Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta Hadirkan Reflection of Art 8 “VOLFINITY”, Ruang Presentasi Kreativitas Mahasiswa Desain Mode Kriya Batik

Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta Hadirkan Reflection of Art 8 “VOLFINITY”, Ruang Presentasi Kreativitas Mahasiswa Desain Mode Kriya Batik

Yogyakarta, 7 Juni 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang konsisten melahirkan karya kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan industri kreatif. Melalui kegiatan Reflection of Art 8 bertajuk “VOLFINITY”, mahasiswa D4 Desain Mode Kriya Batik ISI Yogyakarta Angkatan 2024 akan menampilkan karya dalam format fashion show pada 13 Juni 2026 di Sleman City Hall, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.

Reflection of Art 8 menjadi ruang presentasi karya mahasiswa yang mempertemukan gagasan, keterampilan desain, eksplorasi kriya batik, serta kemampuan membaca perkembangan mode kontemporer. Mengusung tema VOLFINITY, kegiatan ini menghadirkan perjalanan kreatif yang dimaknai sebagai proses tanpa batas, mulai dari akar tradisi, dialog penciptaan, hingga orientasi masa depan.

Tema tersebut dirumuskan dalam tiga gagasan utama, yakni The Roots, The Dialogue, dan The Future. Ketiganya merepresentasikan proses kreatif mahasiswa dalam memahami akar budaya, mengolahnya melalui percakapan artistik, lalu menghadirkannya kembali sebagai karya mode yang memiliki nilai estetika, identitas, dan daya saing.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menampilkan busana sebagai produk visual, tetapi juga memperlihatkan proses akademik yang melibatkan riset, perancangan konsep, eksplorasi material, penguasaan teknik, serta keberanian menghadirkan gagasan baru. Setiap karya menjadi bagian dari narasi yang menunjukkan bagaimana batik dan kriya dapat terus berkembang dalam ruang mode masa kini.

Kehadiran Reflection of Art 8 juga memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang memiliki kontribusi penting dalam pengembangan sumber daya manusia kreatif. Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta tidak hanya berperan dalam menjaga tradisi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan ekosistem kreatif.

Fashion show ini menjadi bukti bahwa pembelajaran seni di ISI Yogyakarta berlangsung secara aplikatif dan berdampak. Mahasiswa dilatih untuk tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga mengelola proses presentasi, membangun identitas artistik, menyusun narasi visual, serta memahami bagaimana karya dapat dikomunikasikan kepada publik secara profesional.

Kegiatan Reflection of Art 8 juga menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman berkarya di luar ruang kelas. Dengan menghadirkan karya di ruang publik seperti Sleman City Hall, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk bertemu langsung dengan audiens, komunitas kreatif, pelaku industri, serta masyarakat umum. Hal ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkuat kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional.

Dalam konteks pengembangan seni dan budaya, karya-karya yang ditampilkan dalam Reflection of Art 8 menunjukkan bahwa batik tidak berhenti sebagai warisan visual, tetapi dapat terus dibaca, ditafsirkan, dan dikembangkan dalam berbagai pendekatan desain. Melalui sentuhan generasi muda, batik hadir sebagai medium ekspresi yang dinamis, relevan, dan memiliki potensi besar dalam industri mode.

Penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus memperlihatkan kualitas pendidikan vokasi seni di lingkungan ISI Yogyakarta. Program D4 Desain Mode Kriya Batik memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memahami nilai tradisi, tetapi juga mampu mengembangkan karya berbasis keterampilan, kreativitas, dan orientasi profesional.

Reflection of Art 8 “VOLFINITY” diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat apresiasi terhadap karya mahasiswa sekaligus memperluas pengakuan terhadap kapasitas ISI Yogyakarta dalam melahirkan talenta seni dan desain. Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi seni yang aktif membangun ekosistem kreativitas, menjaga kekayaan budaya, dan menghadirkan inovasi untuk masa depan.

Dengan semangat Diktisaintek Berdampak, Reflection of Art 8 menjadi bagian dari kontribusi ISI Yogyakarta dalam menghadirkan pendidikan seni yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga membangun identitas, membuka ruang kolaborasi, dan memperkuat posisi seni Indonesia dalam perkembangan industri kreatif.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID