Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam agenda Penandatanganan Kerja Sama dan Diskusi Strategis yang berlangsung pada Kamis, 4 Juni 2026 di Ruang Rapat I Lantai 3 Gedung Rektorat ISI Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat akses pendidikan tinggi seni bagi mahasiswa asal Kalimantan Timur, sekaligus meneguhkan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni rujukan nasional.
Kerja sama tersebut berfokus pada pemberian bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa Program Studi di Luar Domisili Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Kalimantan Timur. Melalui skema ini, mahasiswa yang memenuhi kriteria akan memperoleh dukungan pembiayaan pendidikan, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya pemondokan pada tahun pertama bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Tenggarong.
Agenda ini dihadiri jajaran pimpinan ISI Yogyakarta, antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan Dr. Dewanto Sukistono, M.Sn.; Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Dr. Dra. Suryati, M.Hum.; Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M.; Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H.; serta Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Setyanto Putro, S.E., M.H.
Dari pihak Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Timur Dr. Dasmiah, S.Pd., M.AP.; Kepala Bagian Kesra Pelayanan Dasar Biro Kesra Setda Provinsi Kalimantan Timur Aji Vini Vayanti, S.Pd., M.Pd.; serta sejumlah unsur akademisi dan pelaksana teknis.
Kerja sama ini memiliki arti penting bagi penguatan ekosistem pendidikan seni di Indonesia, khususnya dalam memperluas akses putra-putri daerah untuk memperoleh pendidikan tinggi seni yang bermutu. ISI Yogyakarta, sebagai perguruan tinggi negeri seni yang menyelenggarakan pendidikan jenjang diploma, sarjana, profesi, magister, hingga doktor, diposisikan sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia bidang seni, budaya, dan kreativitas.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni ISI Yogyakarta, Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq, S.Hut., M.M., menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan hanya menyangkut dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen ISI Yogyakarta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan seni di berbagai daerah.

“ISI Yogyakarta memiliki tanggung jawab akademik dan kultural untuk membuka ruang pendidikan seni seluas-luasnya bagi generasi muda Indonesia. Kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini menjadi bagian dari upaya bersama dalam menyiapkan sumber daya manusia seni dan budaya yang kompeten, berkarakter, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, ISI Yogyakarta akan berperan dalam penyediaan fasilitas dan dukungan akademik bagi mahasiswa penerima bantuan. Selain itu, ISI Yogyakarta juga akan melakukan verifikasi data akademik dan administratif mahasiswa, memantau perkembangan akademik, serta melaporkan kemajuan studi mahasiswa penerima manfaat kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berperan dalam penetapan penerima manfaat, pembayaran bantuan biaya pendidikan, serta pelaksanaan monitoring terhadap program bantuan. Skema ini menunjukkan adanya sinergi kelembagaan antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan pendidikan, pengembangan kompetensi, serta peningkatan keterampilan generasi muda.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Dasmiah, S.Pd., M.AP., menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi masyarakat daerah, khususnya pada bidang seni dan budaya.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memandang pendidikan seni sebagai bagian penting dalam pembangunan manusia dan kebudayaan. Melalui kerja sama ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih baik, mengembangkan potensi, serta kelak kembali memberi kontribusi bagi masyarakat dan daerah,” ungkapnya.

Program bantuan biaya pendidikan ini juga diarahkan untuk meningkatkan motivasi, kompetensi, dan keterampilan mahasiswa agar mampu menjadi tenaga terampil yang dibutuhkan daerah. Setelah menyelesaikan pendidikan, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui karya, pelayanan, dan penguatan kebudayaan di lingkungan masing-masing.
Bagi ISI Yogyakarta, kerja sama ini mempertegas peran strategis kampus sebagai pusat pendidikan, penciptaan, pengkajian, dan pengembangan seni. Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak hanya berdampak pada aspek pembiayaan pendidikan, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi penguatan jejaring akademik, pengembangan kebudayaan daerah, serta penguatan kontribusi perguruan tinggi seni dalam pembangunan nasional.
Kerja sama ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan seni memiliki posisi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Seni tidak hanya dipahami sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai kekuatan kebudayaan, identitas, kreativitas, dan diplomasi sosial yang dapat memperkuat daya saing daerah maupun bangsa.
Dengan adanya penandatanganan kerja sama dan diskusi strategis ini, ISI Yogyakarta semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif membangun jejaring dengan pemerintah daerah, membuka akses pendidikan bagi generasi muda, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan seni dan budaya Indonesia.





