Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Kenalkan Dunia Konservasi Seni melalui RE:VIVE Exhibition & Open House

ISI Yogyakarta Kenalkan Dunia Konservasi Seni melalui RE:VIVE Exhibition & Open House

Yogyakarta, 10 Mei 2026 — Program Studi Konservasi Seni ISI Yogyakarta menyelenggarakan RE:VIVE: Art Conservation Exhibition & Open House bertajuk “Merawat Masa Lalu, Menyelamatkan Masa Depan” pada 12–13 Mei 2026 di Galeri R.J. Katamsi Lantai 3, ISI Yogyakarta. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung pukul 10.00–14.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus promosi akademik untuk memperkenalkan peran konservasi seni dalam menjaga karya, arsip, dan warisan budaya agar tetap dapat dipelajari serta dinikmati oleh generasi mendatang. Melalui pameran, demonstrasi akademik, dan pengalaman terbuka di balik laboratorium konservasi, pengunjung diajak mengenal lebih dekat proses perawatan, pelestarian, dan penyelamatan karya seni.

Pameran menampilkan karya dan potensi mahasiswa Program Studi Konservasi Seni dari berbagai peminatan, meliputi konservasi lukisan, kertas dan arsip, kayu, batu dan keramik, serta tekstil. Selain itu, turut dipresentasikan karya terbaik dari sejumlah mata kuliah, antara lain Teknik Repro, Kimia Organik, Pelestarian Warisan Budaya, dan Nirmana.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini menunjukkan kekuatan ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga memiliki kepedulian ilmiah terhadap keberlanjutan warisan budaya.

“Konservasi seni memiliki peran strategis dalam menjaga ingatan budaya. Karya seni dapat mengalami kerusakan secara material, tetapi pengetahuan, nilai, dan cerita di baliknya harus terus diselamatkan. Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan seni yang berdampak, berbasis keilmuan, dan relevan dengan kebutuhan pelestarian budaya,” ujar Rektor.

RE:VIVE juga menjadi sarana bagi masyarakat, calon mahasiswa, pelajar, komunitas seni, dan pemerhati budaya untuk mengenal bidang konservasi seni sebagai disiplin yang memadukan seni, sains, keterampilan teknis, dan kesadaran sejarah. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa konservasi bukan sekadar memperbaiki benda, tetapi juga merawat pengetahuan, dokumentasi, identitas, dan keberlanjutan budaya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, ISI Yogyakarta semakin meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu seni, pelestarian warisan budaya, serta penyediaan ruang edukasi publik yang terbuka dan inspiratif.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID