Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Masterclass Alexander Radziewski Dorong Atmosfer Akademik Musik Internasional di ISI Yogyakarta

Masterclass Alexander Radziewski Dorong Atmosfer Akademik Musik Internasional di ISI Yogyakarta

Yogyakarta, 22 April 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menunjukkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki daya tarik internasional melalui kunjungan musisi Eropa, Alexander Radziewski, pemain timpani solo Symphoniker Hamburg, Jerman, yang telah menempati posisi tersebut sejak 1987. Dalam kunjungan akademik dan artistiknya ke ISI Yogyakarta, Alexander didampingi oleh Gabriel Laufer, pemain perkusi asal Belgia.

Kunjungan ini diisi dengan Masterclass Perkusi yang diselenggarakan oleh Program Studi D4 Penyajian Musik ISI Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang berharga bagi peserta untuk memperdalam teknik, musikalitas, dan interpretasi dalam permainan perkusi. Sebanyak empat peserta solo dan satu kelompok ensemble perkusi mengikuti kelas ini dan memperoleh masukan langsung dari praktisi musik profesional yang berkiprah di panggung internasional.

Melalui masterclass ini, ISI Yogyakarta tidak hanya menghadirkan pembelajaran yang dekat dengan praktik profesional global, tetapi juga memperkuat ekosistem akademik seni yang terbuka terhadap pertukaran wawasan, pengalaman, dan standar artistik internasional. Kehadiran Alexander Radziewski menjadi bukti bahwa ISI Yogyakarta terus berkembang sebagai ruang temu antara pendidikan seni, praktik profesional, dan jejaring global.

Usai kegiatan masterclass, Alexander Radziewski dan Gabriel Laufer melanjutkan kunjungan ke Program Studi Etnomusikologi untuk melihat secara langsung ragam alat musik etnis Nusantara yang menjadi bagian penting dari kekayaan pengetahuan seni di lingkungan ISI Yogyakarta. Kunjungan ini memperlihatkan bahwa ISI Yogyakarta tidak hanya kuat dalam pendidikan musik Barat dan pertunjukan modern, tetapi juga unggul dalam pelestarian, pengkajian, dan pengembangan seni tradisi Indonesia.

Rangkaian kunjungan tersebut juga membawa keduanya ke kelas Karawitan Bali yang diampu oleh Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Dr. I Nyoman Cau Arsana, S.Sn., M.Hum. Momen ini menjadi perjumpaan penting antara tradisi musik dunia dan kekayaan seni pertunjukan Nusantara, sekaligus memperlihatkan bagaimana ISI Yogyakarta mampu menghadirkan pengalaman akademik yang utuh: modern, berakar pada tradisi, dan relevan dalam konteks global.

Kehadiran seniman internasional di lingkungan kampus menegaskan bahwa ISI Yogyakarta semakin diperhitungkan sebagai perguruan tinggi seni yang mampu membangun dialog lintas budaya dan lintas tradisi. Aktivitas semacam ini memperkuat peran ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang berdampak, tidak hanya dalam mencetak talenta kreatif, tetapi juga dalam membangun jejaring internasional yang mendukung peningkatan mutu pembelajaran, reputasi kelembagaan, dan posisi tawar perguruan tinggi di tingkat global.

Melalui kegiatan akademik dan artistik yang menghadirkan praktisi dunia, ISI Yogyakarta terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi pusat unggulan pendidikan seni yang memadukan keunggulan tradisi, inovasi, dan kolaborasi internasional.

Dokumentasi Humas Prodi Penyajian Musik ISI Yogyakarta

Dokumentasi Humas Prodi Penyajian Musik ISI Yogyakarta
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID