Yogyakarta, 7 April 2026 — UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan studi banding dari Politeknik Pekerjaan Umum Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring kelembagaan antarperguruan tinggi sekaligus menegaskan kapasitas ISI Yogyakarta dalam pengelolaan layanan akademik dan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Rombongan Politeknik Pekerjaan Umum Semarang diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan ISI Yogyakarta, Dr. Dewanto Sukistono, M.Sn., didampingi Kepala Bagian Akademik Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Kepala UPA Perpustakaan, pustakawan, serta arsiparis ISI Yogyakarta. Dari pihak tamu hadir Direktur Politeknik Pekerjaan Umum Kementerian Pekerjaan Umum Semarang, Ir. Brawijaya, S.E., M.Eng.I.E., MSCE, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng, bersama Wakil Direktur II, kepala bagian, ketua perpustakaan, dan para pustakawan.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi, mengkaji strategi pengembangan koleksi dan layanan perpustakaan, bertukar pengalaman terkait inovasi layanan kepada pemustaka, serta memperkuat hubungan kelembagaan antarperpustakaan perguruan tinggi.
Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang kuat melalui pengembangan layanan penunjang pendidikan yang profesional, inovatif, dan responsif. Dalam konteks ini, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan, literasi, dokumentasi, dan dukungan akademik yang menopang pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan studi banding ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan lembaga lain terhadap ISI Yogyakarta sebagai institusi yang tidak hanya unggul dalam bidang seni dan budaya, tetapi juga memiliki tata kelola kelembagaan yang terus berkembang sesuai tuntutan zaman. Pengelolaan perpustakaan yang terintegrasi dengan kebutuhan layanan akademik menjadi salah satu wujud nyata penguatan kapasitas institusi tersebut.
Melalui forum ini, kedua lembaga dapat saling bertukar gagasan dan pengalaman dalam pengembangan perpustakaan perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi digital, penguatan kualitas layanan, serta peningkatan akses informasi bagi sivitas akademika. Sinergi semacam ini diharapkan dapat memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi sekaligus memperkuat kontribusi masing-masing lembaga dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia.
Bagi ISI Yogyakarta, kunjungan ini semakin meneguhkan peran institusi sebagai perguruan tinggi seni yang unggul, terbuka terhadap kolaborasi, dan terus membangun reputasi melalui penguatan tata kelola akademik yang berdampak. Dengan semangat tersebut, ISI Yogyakarta tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan seni, tetapi juga sebagai lembaga yang kokoh dalam pengembangan pengetahuan, inovasi layanan, dan jejaring kelembagaan.






