Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Wisuda 435 Lulusan, Tegaskan Peran Seni dan Teknologi dalam Ekosistem Kreatif Global

ISI Yogyakarta Wisuda 435 Lulusan, Tegaskan Peran Seni dan Teknologi dalam Ekosistem Kreatif Global

Yogyakarta, 7 Maret 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan pendidikan seni di Indonesia melalui penyelenggaraan Sidang Senat Terbuka Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Laboratorium Seni ISI Yogyakarta. Pada wisuda kali ini, ISI Yogyakarta meluluskan 435 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dengan dihadiri pimpinan universitas, anggota senat, dosen, tenaga kependidikan, serta orang tua dan keluarga wisudawan yang datang untuk menyaksikan momen penting dalam perjalanan akademik para lulusan.

Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi, M.Hum., dalam pidatonya menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan proses pendidikan dengan penuh dedikasi, kreativitas, dan ketekunan.

“Mulai hari ini Saudara resmi menyandang gelar akademik dari ISI Yogyakarta. Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi merupakan pengakuan atas kompetensi, integritas, serta perjalanan panjang pembelajaran dan penciptaan yang Saudara jalani selama menempuh studi,” ujarnya dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda.

Menurut Rektor, proses pendidikan di ISI Yogyakarta tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui eksplorasi kreatif di studio, laboratorium seni, panggung pertunjukan, serta interaksi intens dengan dosen, seniman, dan komunitas kreatif. Pengalaman tersebut membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kepekaan artistik dan tanggung jawab sosial.

Pada periode wisuda kali ini, ISI Yogyakarta meluluskan 435 wisudawan yang terdiri atas:

  • 392 lulusan Sarjana (S1)
  • 31 lulusan Sarjana Terapan (D4)
  • 8 lulusan Magister (S2)
  • 4 lulusan Doktor (S3)

Jika dilihat berdasarkan fakultas, jumlah lulusan terbesar berasal dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) sebanyak 172 wisudawan, disusul Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) sebanyak 146 wisudawan, dan Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) sebanyak 99 wisudawan. Sementara itu, Program Pascasarjana meluluskan 12 wisudawan.

Dari total lulusan tersebut, 163 wisudawan berhasil meraih predikat cumlaude, menunjukkan tingginya capaian akademik mahasiswa ISI Yogyakarta.

Adapun IPK tertinggi pada masing-masing jenjang diraih oleh:

  • Luna Chantiaya Rushartono (S1 Tata Kelola Seni) dengan IPK 3,99
  • Faiza Zahwa Maharani (D4 Animasi) dengan IPK 3,92
  • Adinda Ayu Widur (S2 Tata Kelola Seni) dengan IPK 3,86

Prestasi tersebut menjadi bukti komitmen ISI Yogyakarta dalam menjaga kualitas pendidikan seni yang unggul dan kompetitif.

Dalam pidatonya, Rektor juga menyoroti perubahan besar yang tengah terjadi dalam dunia seni dan industri kreatif akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI) dan teknologi digital.

Menurutnya, transformasi ini tidak hanya mengubah cara manusia berkarya, tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam produksi, distribusi, dan monetisasi karya seni. “Perkembangan Artificial Intelligence bukan sekadar kemajuan teknologi, tetapi perubahan paradigma dalam cara manusia berpikir dan berkarya. Dunia seni kini berdialog dengan algoritma, data, realitas virtual, dan ekosistem digital global,” kata Rektor.

Dalam konteks tersebut, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan sintesis kreatif antara seni, budaya, riset artistik, dan teknologi, sehingga lulusan mampu beradaptasi sekaligus memimpin inovasi di era digital.

Rektor juga menegaskan bahwa lulusan ISI Yogyakarta diharapkan tidak hanya menjadi pekerja kreatif, tetapi mampu tampil sebagai creative leader yang berperan dalam membangun ekosistem industri kreatif. Dengan modal kepekaan estetik, kemampuan konseptual, pengalaman riset artistik, serta jejaring kolaborasi lintas disiplin, para lulusan diharapkan mampu membawa karya seni Indonesia semakin dikenal di tingkat global.

ISI Yogyakarta sendiri terus memperkuat berbagai program strategis, termasuk riset berbasis praktik (practice-based research), kolaborasi dengan industri kreatif, inkubasi karya, serta kemitraan internasional guna mendukung pengembangan talenta kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain kompetensi akademik dan artistik, ISI Yogyakarta juga menanamkan soft skills dan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa melalui berbagai program pengembangan karier dan kewirausahaan.

Melalui program seperti Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dan berbagai workshop pengembangan diri, mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadi job seeker, tetapi juga job creator yang mampu menciptakan peluang usaha dalam sektor industri kreatif.

Dengan dukungan jejaring kemitraan yang luas bersama industri dan komunitas kreatif, lulusan ISI Yogyakarta diharapkan mampu berkontribusi dalam penguatan ekonomi kreatif nasional.

Menutup pidatonya, Rektor berpesan kepada para wisudawan bahwa gelar akademik yang diraih bukanlah garis akhir perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas bagi masyarakat.

“Gelar yang Saudara sandang hari ini bukanlah akhir perjalanan, tetapi gerbang awal pengabdian. Di mana pun Saudara berkarya, bawalah nama baik almamater, jaga integritas, dan teruslah belajar menghadapi perubahan zaman,” pesannya kepada para lulusan.

Dengan wisuda ini, ISI Yogyakarta kembali melahirkan generasi kreatif baru yang diharapkan mampu menghadirkan inovasi artistik sekaligus memperkuat posisi seni Indonesia dalam lanskap global yang terus berkembang.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID