Yogyakarta, 2 Maret 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni terdepan di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara Program Studi S-1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), dengan Helutrans ArtMove dalam gelaran Kelola Art Talk (KAT) #38 bertajuk “ArtMove for Art Fair & Museum”.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Ajiyasa FSR ISI Yogyakarta ini menghadirkan praktisi profesional dari Helutrans ArtMove untuk membagikan wawasan komprehensif mengenai manajemen logistik karya seni, mulai dari art handling, prosedur pengiriman untuk pameran internasional, hingga standar operasional di museum dan art fair berskala global.
Ketua Program Studi S-1 Tata Kelola Seni menegaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari komitmen akademik ISI Yogyakarta dalam menjembatani pembelajaran teoritis dengan praktik industri. “Mahasiswa tidak hanya memahami aspek kuratorial dan manajerial seni, tetapi juga ekosistem pendukungnya, termasuk tata kelola distribusi dan keamanan karya. Ini adalah kompetensi penting dalam industri seni rupa kontemporer,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi panel, para praktisi Helutrans ArtMove memaparkan standar profesional penanganan karya seni yang diterapkan dalam berbagai pameran internasional, termasuk prosedur instalasi, pengemasan (packing), pembongkaran, hingga mitigasi risiko selama proses pengiriman lintas negara. Standar tersebut menekankan presisi teknis, keamanan material, serta perlindungan terhadap nilai artistik dan historis karya.


Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti Art Handling Workshop yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman praktik langsung. Workshop ini memperkenalkan prosedur kerja profesional yang selama ini menjadi acuan dalam pergerakan karya di museum, galeri, dan art fair internasional. Melalui pendekatan berbasis praktik, mahasiswa dilatih memahami detail teknis sekaligus etika profesional dalam menjaga keaslian dan integritas karya seni.
Kolaborasi ini mencerminkan orientasi global ISI Yogyakarta dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap dinamika industri kreatif internasional. Dengan menghadirkan mitra profesional yang memiliki rekam jejak dalam pengelolaan logistik karya seni berskala dunia, ISI Yogyakarta memperkuat perannya sebagai pusat unggulan pendidikan seni yang tidak hanya berfokus pada penciptaan karya, tetapi juga tata kelola dan ekosistem distribusinya.
Melalui Kelola Art Talk (KAT) #38, ISI Yogyakarta menunjukkan bahwa pendidikan seni hari ini menuntut integrasi antara kompetensi artistik, manajerial, dan teknis. Langkah ini sekaligus mempertegas posisi ISI Yogyakarta sebagai institusi yang responsif terhadap kebutuhan industri seni global serta konsisten membangun jejaring profesional demi meningkatkan daya saing lulusannya di tingkat nasional maupun internasional.








