Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Konferensi Pers Capaian dan Target Institusi pada Rabu (7/1/2026) di Mantra Bumi Coffee & Space, Bantul. Kegiatan ini menjadi forum resmi untuk menyampaikan kinerja institusi sekaligus arah pengembangan strategis ISI Yogyakarta kepada publik dan media massa. Konferensi pers tersebut dipimpin langsung oleh Institut Seni Indonesia Yogyakarta dan dihadiri jajaran pimpinan utama, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan Fakultas, hingga pimpinan unit kerja strategis. Kehadiran unsur pimpinan ini mencerminkan komitmen institusi dalam membangun tata kelola perguruan tinggi seni yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., menyampaikan bahwa capaian institusi sepanjang periode sebelumnya menjadi fondasi penting dalam merumuskan target pengembangan ke depan. Ia menegaskan bahwa ISI Yogyakarta terus memperkuat peran strategisnya sebagai perguruan tinggi seni yang adaptif terhadap perubahan, berdaya saing, serta berdampak bagi masyarakat melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian berbasis seni dan budaya.
Selain memaparkan capaian institusional, konferensi pers ini juga menjadi sarana komunikasi terbuka antara ISI Yogyakarta dan media. Sejumlah perwakilan media nasional dan lokal hadir untuk memperoleh informasi langsung terkait kebijakan, program prioritas, serta target strategis ISI Yogyakarta pada tahun 2026, termasuk penguatan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.


Sepanjang tahun 2025, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menorehkan berbagai capaian strategis yang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi seni unggulan di Indonesia dengan reputasi internasional yang kian menguat. Capaian akademik global, prestasi sivitas akademika, penguatan jejaring internasional, serta komitmen terhadap tata kelola bersih dan layanan publik profesional menjadi fondasi penting bagi arah pengembangan ISI Yogyakarta ke depan. Salah satu pencapaian paling menonjol pada 2025 adalah keberhasilan ISI Yogyakarta dalam QS World University Rankings by Subject 2025. ISI Yogyakarta tercatat sebagai Perguruan Tinggi Seni terbaik di Indonesia untuk dua bidang utama, yakni Performing Arts dan Art & Design. Pada kategori Performing Arts, ISI Yogyakarta menempati peringkat #1 Indonesia, #23 Asia, dan #113 dunia, sementara pada bidang Art & Design berada di peringkat #30 Asia dan #112 dunia. Capaian ini merefleksikan pengakuan global terhadap kualitas akademik, reputasi institusi, serta relevansi praktik seni dan desain yang dikembangkan di lingkungan ISI Yogyakarta.
Reputasi akademik tersebut sejalan dengan prestasi mahasiswa yang sepanjang 2025 tampil menonjol di tingkat nasional dan internasional. Mahasiswa Program Studi Animasi meraih Gold Award pada ajang S.E.E.D Indonesia 2025 yang diselenggarakan oleh KOICA, sementara mahasiswa seni pertunjukan mendominasi berbagai kompetisi tari dan seni di tingkat nasional. Di ranah industri kreatif, karya mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta bahkan terpilih sebagai desain kemasan resmi produk nasional Teh Botol Sosro 2025, menunjukkan keterhubungan kuat antara pendidikan seni dan kebutuhan industri.



Prestasi mahasiswa juga tampak dalam ranah diplomasi budaya dan forum internasional. Perwakilan mahasiswa ISI Yogyakarta tampil dalam CHANDI Summit 2025 yang diikuti puluhan negara, serta berpartisipasi dalam berbagai program kolaborasi regional seperti ASEAN Workshop di Thailand dan festival seni di Malaysia. Capaian ini menegaskan peran mahasiswa ISI Yogyakarta sebagai duta seni dan budaya Indonesia di tingkat global.
Pada bidang akademik dan penelitian, ISI Yogyakarta sepanjang 2025 aktif menyelenggarakan berbagai forum ilmiah internasional. Di antaranya The 7th International Conference on Performing Arts (ICPA) 2025 yang mengangkat isu intermedialitas seni pertunjukan di era kecerdasan buatan, serta International Dance Conference and Festival (IDCF) 2025 yang menyoroti relasi seni tari, teknologi, dan kesadaran ekologis. Kehadiran konferensi dan festival ini memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai pusat dialog keilmuan dan praktik seni kontemporer lintas disiplin.
Selain penguatan akademik dan global engagement, tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi ISI Yogyakarta dalam membangun Zona Integritas (ZI) menuju tata kelola institusi yang bersih, transparan, dan akuntabel. ISI Yogyakarta memperoleh pendampingan dari LLDIKTI Wilayah V dalam pengisian Lembar Kerja Evaluasi Zona Integritas, sekaligus memperkuat implementasi enam area perubahan reformasi birokrasi. Sejumlah fakultas, termasuk Fakultas Seni Rupa dan Desain, turut menandatangani komitmen pembangunan Zona Integritas sebagai bagian dari transformasi budaya kerja kampus.
Penguatan integritas juga diwujudkan melalui pembinaan disiplin dan wawasan kebangsaan bagi ASN dan pegawai PPPK di lingkungan ISI Yogyakarta. Program ini menegaskan bahwa keunggulan institusi tidak hanya bertumpu pada prestasi akademik, tetapi juga pada etika, profesionalisme, dan kualitas layanan publik yang berkelanjutan.

Berbagai capaian tersebut menjadi dasar bagi ISI Yogyakarta dalam menyusun arah pengembangan ke depan. Melalui penyelenggaraan Uji Publik Rencana Strategis ISI Yogyakarta 2025–2029, institusi ini menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan seni, memperluas kolaborasi internasional, memperkuat keterkaitan dengan industri kreatif, serta menghadirkan tata kelola perguruan tinggi yang modern dan berintegritas. Dengan capaian global, prestasi sivitas akademika, serta penguatan tata kelola sepanjang 2025, ISI Yogyakarta kian memantapkan langkah sebagai perguruan tinggi seni yang berdaya saing internasional, berakar pada nilai budaya Indonesia, dan siap menjawab tantangan pendidikan tinggi seni di masa depan.





