Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Satgas PPKPT ISI Yogyakarta Ikuti Pelatihan Nasional Psikologi dalam Penanganan Kekerasan di Universitas Negeri Surabaya

Satgas PPKPT ISI Yogyakarta Ikuti Pelatihan Nasional Psikologi dalam Penanganan Kekerasan di Universitas Negeri Surabaya

Surabaya, 28 Oktober 2026 — Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengikuti kegiatan Pelatihan Nasional Psikologi dalam Penanganan Kekerasan: Investigasi, Pemulihan Korban dan Rehabilitasi Pelapor yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) pada 28–29 Oktober 2026. “Pelatihan nasional ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia perguruan tinggi dalam menghadapi persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi. Penanganan kekerasan tidak hanya membutuhkan pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur kelembagaan, tetapi juga memerlukan perspektif psikologis yang memadai, khususnya dalam proses investigasi, pendampingan korban, serta pemulihan kondisi psikologis pihak-pihak yang terdampak” ujar Mega Atiyatunnajah, S.H., M.H., selaku ketua Satgas PPKPT ISI Yogyakarta. Selain ketua Satgas, tim Satgas PPKPT ISI Yogyakarta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari unsur dosen dan tendik, yakni Puguh Windrawan, S.H., M.H., R.R. Ari Prasetyowati, S.H., LL.M., Himas Nur Rahmawati, S.Pd., M.A., Annas Fitria Sa’adah, M.Phil., dan Kun Safira Kharisma Santi S.H.

Kegiatan ini diikuti oleh 115 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia. Melalui kegiatan ini, tim Satgas PPKPT ISI Yogyakarta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai pentingnya pendekatan yang sistematis, profesional, dan berorientasi pada perlindungan pihak yang mengalami kekerasan. Investigasi menjadi salah satu perhatian penting agar proses penanganan dapat dilakukan secara cermat, objektif, dan berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan tetap memperhatikan privasi serta keselamatan pihak-pihak yang terlibat.

Selain itu, aspek pemulihan korban menjadi bagian mendasar dalam penanganan kekerasan. Korban membutuhkan lingkungan yang aman, dukungan yang tepat, serta proses pendampingan yang menghormati martabat dan kebutuhan individualnya. Oleh karena itu, pemahaman psikologis diperlukan agar proses penanganan tidak menimbulkan penderitaan tambahan atau memperburuk kondisi pihak yang telah mengalami kekerasan.

Pelatihan ini juga mengangkat aspek rehabilitasi pelapor sebagai bagian dari cakupan penanganan kekerasan. Dalam konteks perguruan tinggi, pelapor perlu memperoleh perlindungan dari intimidasi, tekanan, maupun tindakan yang berpotensi menghambat keberanian untuk menyampaikan laporan. Penanganan yang baik perlu memastikan bahwa setiap laporan ditindaklanjuti melalui prosedur yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan, kerahasiaan, dan penghormatan terhadap hak semua pihak.

Bagi Satgas PPKPT ISI Yogyakarta, keikutsertaan dalam pelatihan nasional ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi tim dalam menjalankan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan kampus. Pengetahuan dan wawasan yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi serta pengembangan praktik penanganan yang lebih responsif terhadap kebutuhan korban, sekaligus memperkuat koordinasi dan profesionalitas kerja satgas.

Sebagai institusi pendidikan seni, ISI Yogyakarta memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan seluruh sivitas akademika. Lingkungan pendidikan yang sehat tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran dan pencapaian akademik, tetapi juga oleh terwujudnya relasi yang saling menghormati, penghargaan terhadap martabat manusia, serta komitmen bersama untuk mencegah segala bentuk kekerasan.

Keikutsertaan tim Satgas PPKPT ISI Yogyakarta dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi salah satu bentuk komitmen institusi untuk terus meningkatkan kualitas pencegahan dan penanganan kekerasan di perguruan tinggi. Melalui penguatan kapasitas dan pengembangan perspektif psikologis, Satgas PPKPT diharapkan semakin mampu menjalankan perannya dalam mendukung terciptanya ruang akademik yang aman, berkeadilan, dan bebas dari kekerasan.

Partisipasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antarlembaga pendidikan tinggi dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang berorientasi pada perlindungan, pemulihan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Satgas PPKPT ISI Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan membangun budaya kampus yang aman, berintegritas, serta menghormati martabat setiap individu.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan