Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

FIB, Universitas Brawijaya Studi Banding Pengelolaan Jurnal ke ISI Yogyakarta, JUSA Bagikan Praktik Baik Menuju Internasionalisasi

FIB, Universitas Brawijaya Studi Banding Pengelolaan Jurnal ke ISI Yogyakarta, JUSA Bagikan Praktik Baik Menuju Internasionalisasi

Yogyakarta— Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menerima kunjungan studi banding Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya, Kamis, 3 September 2026. Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Ruang Rapat II, Gedung Rektorat Lantai III ISI Yogyakarta tersebut difokuskan pada pengelolaan dan pengembangan Journal of Urban Society’s Arts (JUSA), khususnya terkait tata kelola jurnal, proses editorial dan peer review, pengendalian mutu, serta strategi pengembangan jurnal menuju reputasi yang semakin luas.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya FIB, Universitas Brawijaya untuk memperoleh pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan jurnal ilmiah nasional terakreditasi. JUSA dipilih sebagai tujuan studi banding karena saat ini telah terakreditasi SINTA 2 dan baru mengajukan indeksasi Scopus, sehingga pengalaman pengelolaannya dinilai relevan untuk menjadi bahan pembelajaran dalam pengembangan jurnal-jurnal di lingkungan FIB, Universitas Brawijaya.

Dalam pertemuan tersebut, tim JUSA ISI Yogyakarta terdiri atas Penyunting Pelaksana: Dr. Zulisih Maryani, M.A.; Editor: Dr. Kardi Laksono, M.Phil. dan Dr. Primadona Hapsari, M.Hum.; Managing Editor: Agustiawan, S.S., M.I.P.; serta Walgita, S.M. selaku Admin JUSA. Tim JUSA berbagi pengalaman mengenai pengembangan jurnal ilmiah yang dikelola di lingkungan perguruan tinggi seni serta berbagai strategi untuk menjaga konsistensi, mutu, visibilitas, dan keberlanjutan publikasi ilmiah.

Materi dari JUSA antara lain membahas posisi JUSA dalam ekosistem akademik ISI Yogyakarta, tata kelola dan pembagian peran tim jurnal, standar kerja setiap posisi, serta alur pengelolaan naskah mulai dari submission, initial screening, pengecekan plagiarisme, penilaian editorial, penentuan reviewer, peer review, revisi, keputusan editorial, copyediting, layout, proofreading, publikasi, hingga indeksasi dan diseminasi.

Tim JUSA juga memaparkan praktik pengelolaan proses editorial dan peer review. Dalam tahap seleksi awal, editor antara lain memperhatikan kesesuaian naskah dengan focus and scope, kelengkapan metadata, kualitas abstrak dan kata kunci, kebaruan topik, metodologi, referensi, indikasi plagiarisme, serta kepatuhan terhadap etika publikasi. Sementara itu, pengelolaan reviewer diarahkan pada kesesuaian kompetensi, independensi, kerahasiaan naskah, objektivitas, konsistensi instrumen penilaian, dan ketepatan waktu.

Aspek penjaminan mutu juga menjadi perhatian dalam studi banding ini. JUSA memperkenalkan pendekatan siklus Plan–Implement–Monitor–Evaluate–Improve–Standardize dalam pengelolaan jurnal. Sejumlah indikator dapat digunakan untuk memonitor kinerja jurnal, mulai dari jumlah dan kualitas naskah masuk, kualitas reviewer, waktu editorial dan review, ketepatan waktu penerbitan, kualitas artikel, hingga sitasi, readership, indeksasi, reputasi jurnal, serta perluasan jejaring internasional.

Materi kemudian dilanjutkan dengan diskusi terkait berbagai persoalan praktis dalam perjurnalan, antara lain pembentukan dan regenerasi tim pengelola, pembagian tugas editorial, strategi mendapatkan dan mempertahankan reviewer berkualitas, konsistensi waktu penerbitan, monitoring dan evaluasi jurnal, peningkatan visibilitas artikel, pengembangan jejaring akademik, serta persiapan peningkatan status akreditasi dan indeksasi internasional. Diskusi juga menyentuh strategi internasionalisasi melalui penguatan editorial board dan reviewer internasional, peningkatan kontribusi penulis luar negeri, penggunaan bahasa Inggris, penguatan metadata, peningkatan sitasi, serta pembangunan jejaring akademik global.

Selain berbagi pengalaman teknis pengelolaan jurnal, pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama lebih luas antara ISI Yogyakarta dan Universitas Brawijaya. Sejumlah bentuk kolaborasi yang potensial dikembangkan meliputi pertukaran reviewer, kolaborasi editorial dan penulisan, penyelenggaraan special issue, konferensi bersama, call for papers bersama, peningkatan kapasitas pengelola jurnal, hingga perluasan jejaring internasional. Konsep tersebut menempatkan kegiatan studi banding tidak berhenti pada proses benchmarking, tetapi dapat berkembang menjadi networking, kolaborasi, dan dampak bersama.

Delegasi FIB Universitas Brawijaya yang hadir terdiri atas Dr. Emy Sudarwati, S.S., M.Pd. dari Badan Penerbitan Jurnal; Wahyu Diny Sujannah, S.Pd., M.Pd. dari Badan Penerbitan Jurnal; Prof. Dr. Zuliati Rohmah, M.Pd., PIC Jurnal Educafl; Dr. Dra. Lilik Wahyuni, M.Pd., PIC Jurnal Cerdik; Maulfi Syaiful Rizal, S.Pd., M.Pd., PIC Jurnal Hasta Wiyata; Wiranto Aji Dewandono, S.Pd., M.Pd., PIC Jurnal Gramaswara; Dyanningrum Pradhikta, S.Sn., M.Ds., PIC Jurnal Studi Budaya Nusantara (JSBN); Dr. Ria Yuliati, S.Pd., M.A., PIC Jurnal Budaya; A. Syarifuddin Rohman, S.Pd., M.Pd., PIC Jurnal Kusa Lawa; Dr. Henny Indarwati, S.S., M.A., PIC Jurnal Alphabet; serta Dr. Eni Maharsi, M.A., PIC Jurnal Nareswara.

Kunjungan FIB, Universitas Brawijaya ke JUSA sekaligus menunjukkan bahwa ekosistem akademik ISI Yogyakarta tidak hanya berkembang melalui penciptaan dan pengkajian seni, tetapi juga melalui penguatan publikasi serta diseminasi ilmu pengetahuan. JUSA menjadi salah satu instrumen yang menjembatani hasil penelitian di bidang seni, budaya, masyarakat, dan urbanitas dengan jejaring akademik yang lebih luas.

Melalui pengembangan jurnal yang profesional, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta internasionalisasi, ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya unggul dalam praktik penciptaan seni, tetapi juga aktif membangun ekosistem riset, publikasi ilmiah, dan jejaring akademik nasional maupun internasional. Kegiatan studi banding ini diharapkan menjadi pintu bagi penguatan kolaborasi antarlembaga sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah yang memberikan dampak lebih luas bagi perkembangan ilmu pengetahuan, seni, dan budaya.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan