Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Lima Mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta Ikuti Magang Berdampak di Kementerian Kesehatan RI

Lima Mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta Ikuti Magang Berdampak di Kementerian Kesehatan RI

Yogyakarta, 5 Agustus 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperluas implementasi pembelajaran berbasis pengalaman melalui keterlibatan mahasiswa dalam program strategis di tingkat nasional. Sebanyak lima mahasiswa Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta terpilih mengikuti Program Magang Berdampak Batch #7 di Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Program yang berlangsung pada Agustus hingga Desember 2026 tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan kompetensi seni media rekam dalam lingkungan kerja profesional, khususnya pada bidang komunikasi dan informasi publik pemerintahan.

Lima mahasiswa yang mengikuti program ini adalah Aditya Reza Bahari dari Program Studi PFT, Bachtiar Ma’Arif dari Program Studi Fotografi, Fauzan Al Anshari dari Program Studi Film dan Televisi, Mufidah Weny Septiana dari Program Studi Fotografi, serta Nicholas Gaharu Satrio dari Program Studi PFT.

Selama mengikuti program magang, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam perencanaan, produksi, dan pengelolaan komunikasi publik. Mereka juga dibekali dengan kompetensi pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI secara kreatif, kritis, bertanggung jawab, dan beretika.

Seluruh rangkaian kegiatan dalam Program Magang Berdampak Batch #7 dikonversi menjadi 20 satuan kredit semester atau SKS. Konversi tersebut menjadi bagian dari penerapan pembelajaran berbasis pengalaman yang menghubungkan proses akademik di perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lingkungan kerja.

Keikutsertaan mahasiswa FSMR ISI Yogyakarta dalam program di Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa kompetensi seni tidak hanya berperan dalam penciptaan karya, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam membangun komunikasi publik yang informatif, kreatif, dan mudah dipahami masyarakat.

Pengalaman di lingkungan kementerian diharapkan dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam mengolah pesan, memproduksi konten visual dan audiovisual, memahami tata kelola informasi publik, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi digital.

Program ini sekaligus memperkuat posisi FSMR ISI Yogyakarta sebagai institusi pendidikan seni media yang responsif terhadap transformasi teknologi dan dinamika industri. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas dan studio, tetapi juga diperluas melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam menyelesaikan kebutuhan komunikasi pada lembaga pemerintahan.

Keterlibatan lima mahasiswa tersebut menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam menghasilkan lulusan seni yang memiliki kepekaan estetis, kemampuan teknis, kecakapan digital, serta kesiapan untuk berkolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor.

Melalui Program Magang Berdampak, ISI Yogyakarta terus mendorong mahasiswa untuk menjadikan kompetensi seni sebagai bagian dari solusi atas kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan RI juga menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan praktik komunikasi publik yang memiliki jangkauan dan dampak luas.

Keikutsertaan mahasiswa dalam program ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi pengembangan kapasitas individu, memperkuat jejaring kelembagaan, serta meningkatkan kontribusi ISI Yogyakarta dalam pembangunan sumber daya manusia kreatif Indonesia.

Dokumentasi Humas FSMR
Dokumentasi Humas FSMR
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID