Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Perkuat Perlindungan Aset Seni dan Keselamatan Lingkungan Akademik

ISI Yogyakarta Perkuat Perlindungan Aset Seni dan Keselamatan Lingkungan Akademik

Yogyakarta, 3 Juli 2026 — Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan Pelatihan Dasar Penanggulangan Kebakaran dan Pelatihan Pengamanan Kelistrikan sebagai langkah penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan kampus.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 3 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai, bertempat di Parkiran Belakang Concert Hall ISI Yogyakarta. Pelatihan tersebut diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan sivitas kampus dalam menghadapi keadaan darurat kebakaran. Pelatihan ini melibatkan peserta dari berbagai unit kerja di lingkungan ISI Yogyakarta, meliputi Rektorat, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Media Rekam, serta Program Pascasarjana. Keterlibatan lintas unit tersebut menunjukkan komitmen ISI Yogyakarta dalam membangun budaya kampus yang aman, tertib, responsif, dan siap menghadapi risiko kedaruratan.

Dalam pelaksanaannya, ISI Yogyakarta menghadirkan unsur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Yogyakarta, yaitu Prasetya, S.IP., Prima Nur Aryanis, S.Kom., dan Yudha Sriyanto, serta unsur Bintang Protection, yaitu Sadya dan Surianto. Kehadiran para praktisi tersebut memperkuat aspek teknis pelatihan, terutama dalam pengenalan prosedur dasar penanggulangan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan, serta peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kelistrikan di lingkungan kerja.

Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum ISI Yogyakarta, Dr. Bhimo Widyo Andoko, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam menciptakan lingkungan kerja dan ruang pembelajaran yang aman bagi seluruh sivitas akademika. Menurutnya, kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran dan gangguan kelistrikan merupakan kebutuhan penting, terutama bagi perguruan tinggi seni yang memiliki beragam ruang praktik, studio, laboratorium, panggung pertunjukan, ruang produksi, dan fasilitas pendukung aktivitas kreatif.

Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta tidak hanya berfokus pada penguatan mutu akademik, kreativitas, dan penciptaan karya, tetapi juga pada tata kelola kampus yang aman dan berkelanjutan. Keberadaan fasilitas seni yang digunakan untuk proses pembelajaran, produksi, pameran, pertunjukan, dan kegiatan publik menuntut kesiapan institusi dalam memastikan aspek keselamatan kerja dan perlindungan aset kampus.

Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menegaskan bahwa kualitas perguruan tinggi seni tidak hanya diukur dari prestasi akademik dan karya artistik, tetapi juga dari kemampuannya membangun ekosistem pendidikan yang profesional, aman, dan bertanggung jawab. Pelatihan penanggulangan kebakaran menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola kelembagaan, sekaligus mendukung peningkatan layanan kampus bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, mitra, dan masyarakat.

Kegiatan ini juga memperlihatkan sinergi ISI Yogyakarta dengan instansi teknis dan mitra profesional dalam membangun kesiapsiagaan bersama. Kolaborasi dengan Damkar Kota Yogyakarta dan Bintang Protection menjadi wujud nyata bahwa kampus seni membutuhkan dukungan multidisipliner untuk menjaga keberlanjutan aktivitas akademik, artistik, dan layanan publik.

Dengan terselenggaranya Pelatihan Dasar Penanggulangan Kebakaran dan Pelatihan Pengamanan Kelistrikan, ISI Yogyakarta terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang unggul, adaptif, dan peduli terhadap keselamatan lingkungan kampus. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk menghadirkan ruang pendidikan seni yang aman, kreatif, dan berdampak bagi masyarakat.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

id_IDID