Yogyakarta, 28 April 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di tingkat nasional. Empat mahasiswa ISI Yogyakarta berhasil terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026, sebuah program yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi penggerak literasi teknologi, inovasi digital, dan pemanfaatan kecerdasan buatan di lingkungan kampus.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Muflichun Cahyo Saputra dari Program Studi S-1 Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam; Carlos Septiawan dari Program Studi S-1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Seni Rupa dan Desain; Fiora Alicia dari Program Studi S-1 Teater, Fakultas Seni Pertunjukan; serta Keyzia Faninda Putri dari Program Studi D-4 Produksi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam.
Dari empat mahasiswa tersebut, dua di antaranya, yakni Muflichun Cahyo Saputra dan Carlos Septiawan, memperoleh kesempatan mengikuti kegiatan inaugurasi Google Student Ambassador 2026 secara langsung di Jakarta. Kegiatan inaugurasi tersebut diselenggarakan pada Kamis, 23 April 2026, di MGP Space SCBD Park, dan dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor Google Indonesia di Jakarta Selatan.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mengikuti prosesi pelantikan sebagai Google Student Ambassador, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenal ekosistem kerja perusahaan teknologi global yang menekankan kreativitas, inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi mutakhir.
Program Google Student Ambassador 2026 diikuti oleh sekitar 81.000 pendaftar dari seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 2.000 mahasiswa yang dinyatakan lolos sebagai ambassador. Sebagian kecil di antaranya kemudian dipilih sebagai 150 peserta terbaik berdasarkan performa registrasi untuk mengikuti inaugurasi secara langsung di Jakarta.


Terpilihnya empat mahasiswa ISI Yogyakarta dalam program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa seni memiliki kapasitas untuk berperan aktif dalam ekosistem digital nasional. Capaian tersebut juga menunjukkan bahwa pendidikan seni tidak hanya berorientasi pada penciptaan karya, tetapi juga mampu melahirkan generasi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan kepemimpinan digital.
Sebagai Google Student Ambassador, para mahasiswa ISI Yogyakarta akan berperan sebagai penghubung antara Google dan komunitas mahasiswa di lingkungan kampus. Mereka diharapkan dapat mendorong pemanfaatan teknologi secara produktif, memperluas literasi digital, serta membuka ruang kolaborasi antara seni, desain, media, pertunjukan, dan teknologi.
Bagi ISI Yogyakarta, capaian ini memperkuat posisi institusi sebagai perguruan tinggi seni yang terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Melalui prestasi mahasiswa di bidang teknologi dan kepemimpinan digital, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan seni yang relevan, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.
Muflichun Cahyo Saputra menyampaikan rasa bangga atas kesempatan yang diperolehnya dalam kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman mengikuti inaugurasi dan melihat langsung lingkungan kerja Google dapat menjadi bekal untuk menghadirkan gagasan serta solusi inovatif bagi mahasiswa di lingkungan kampus.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa ISI Yogyakarta untuk terus memperluas ruang belajar, tidak hanya dalam bidang seni dan budaya, tetapi juga dalam teknologi, komunikasi digital, dan jejaring global. Dengan demikian, ISI Yogyakarta terus meneguhkan diri sebagai kampus seni yang melahirkan insan kreatif, adaptif, dan siap berkontribusi dalam perkembangan dunia yang semakin terhubung secara digital.






