Yogyakarta, 17 Agustus 2025 — Institut Seni Indonesia Yogyakarta memberikan penghargaan kepada dosen, tenaga kependidikan, program studi, unit kerja, mahasiswa berprestasi, serta sivitas akademika yang berkontribusi dalam penguatan budaya literasi. Penganugerahan dilaksanakan dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, Minggu, 17 Agustus 2025.
Upacara yang mengusung tema nasional “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” tersebut diikuti pimpinan institut, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, tenaga kontrak, dan mahasiswa. Penyerahan penghargaan menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan sekaligus wujud apresiasi institusi terhadap prestasi, dedikasi, dan kontribusi seluruh unsur kampus.
Penghargaan bagi tenaga pendidik dan pegawai berprestasi ditetapkan melalui Keputusan Rektor ISI Yogyakarta Nomor 416/IT4/HK/2025 tanggal 15 Agustus 2025. Keputusan tersebut mencakup 40 individu dan unit penerima penghargaan yang berasal dari kategori dosen berprestasi, ketua program studi berprestasi, program studi berprestasi, Unit Penunjang Akademik berprestasi, tenaga kependidikan, tenaga kontrak administrasi, tenaga keamanan, dan tenaga kontrak layanan kebersihan.


Sebanyak sembilan dosen dari Fakultas Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Rupa dan Desain, serta Fakultas Seni Media Rekam memperoleh penghargaan sebagai dosen berprestasi. Penghargaan ketua program studi berprestasi diberikan kepada Dr. Citra Aryandari, S.Sn., M.A.; Dr. Nadiyah Thunikmah, S.Sn., M.A.; dan Nuria Indah Kurnia Dewi, S.Sn., M.Sn.
Empat program studi juga ditetapkan sebagai program studi berprestasi, yakni Program Studi Pendidikan Musik, Program Studi Desain Mode Kriya Batik, Program Studi Film dan Televisi, serta Program Studi Magister Tata Kelola Seni. Sementara itu, predikat Unit Penunjang Akademik berprestasi diberikan kepada UPA Galeri dan Koleksi Seni. Capaian tersebut menunjukkan bahwa budaya mutu di ISI Yogyakarta tumbuh secara merata pada bidang akademik, pengelolaan program studi, layanan penunjang, dan administrasi kelembagaan.
Apresiasi juga diberikan kepada mahasiswa ISI Yogyakarta yang mengukir prestasi pada kompetisi tingkat wilayah, nasional, dan internasional. Daftar penerima mencakup mahasiswa dari bidang desain mode dan kriya batik, desain interior, animasi, tari, fotografi, etnomusikologi, produksi film dan televisi, seni murni, teater, serta pendidikan seni pertunjukan.
Sejumlah capaian internasional di antaranya diraih Veronica Kartika Fortuna Sudarmadi sebagai Juara I Gadjah Mada Open International Karate Championship II, Fiora Alicia sebagai Juara I The 6th Widyatama International Competition 2025, dan Edi Purwanto sebagai Juara I ASMINDO Young Furniture Designer Award 2024. Mahasiswa Fotografi Adji Nugraha Tri Giantsa dan Agustiato Pratama Putra juga mengoleksi berbagai penghargaan fotografi tingkat nasional, sementara Angela Advertia Nugroho meraih Juara II Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh–Sumatera Utara.


Rangkaian penghargaan turut menempatkan budaya literasi sebagai bagian penting dari ekosistem pendidikan seni. UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta memberikan penghargaan kepada Prof. Dr. Nur Sahid, M.Hum. sebagai Sahabat Perpustakaan; Azzahra Qurrata A’yun Adindya Irbah Ramadhani dan Kusuma Putri, S.Fil., M.Phil. sebagai Duta Baca; serta Muhammad Karim Abdul Jabbar sebagai Pemustaka Aktif.
Karakter ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni semakin kuat melalui persembahan Saraswati Orkestra yang membawakan lagu-lagu nasional “Hari Merdeka”, “Pantang Mundur”, dan “Maju Tak Gentar”. Ketiga lagu tersebut diaransemen oleh Joko Suprayitno, S.Sn., M.Sn. Kehadiran orkestra dalam upacara kenegaraan memperlihatkan bagaimana praktik artistik menjadi bagian yang menyatu dengan kehidupan akademik dan kebangsaan di ISI Yogyakarta.
Pemberian penghargaan ini menegaskan komitmen ISI Yogyakarta dalam membangun perguruan tinggi seni yang unggul melalui keseimbangan antara prestasi akademik, penciptaan seni, tata kelola kelembagaan, budaya literasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Capaian dosen, mahasiswa, program studi, serta tenaga kependidikan menjadi kekuatan kolektif yang memperkuat reputasi dan daya saing ISI Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan, penciptaan, dan pengembangan seni di Indonesia.









