Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Alumni ISI Yogyakarta Perkuat Representasi Desain Indonesia di Hebei International Industrial Design Week 2026

Alumni ISI Yogyakarta Perkuat Representasi Desain Indonesia di Hebei International Industrial Design Week 2026

Yogyakarta, 7 Oktober 2026 — Shohibus Sulthon Al Ghifari, alumni Program Studi Desain Produk, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, menjadi salah satu desainer Indonesia yang karyanya dipamerkan dalam Hebei International Industrial Design Week 2026 melalui kolaborasi ADPII × Hebei. Dalam forum desain internasional tersebut, Shohibus menampilkan Speedblaze IV serta terlibat dalam kolaborasi @nirmanusiaa × Alltrek.id melalui karya Versatrail – All Terrain Shoes.

Kehadiran karya alumni ISI Yogyakarta dalam agenda yang mempertemukan karya dari 11 desainer dan studio Indonesia tersebut memperlihatkan kemampuan lulusan ISI Yogyakarta untuk membawa gagasan desain ke ruang internasional. Capaian ini sekaligus menjadi salah satu representasi hasil pendidikan seni dan desain di ISI Yogyakarta yang mendorong kreativitas, inovasi, pengembangan produk, serta kemampuan membangun jejaring profesional.

Hebei International Industrial Design Week 2026 menghadirkan beragam perspektif mengenai peran desain dalam menjawab kebutuhan masyarakat, membentuk pengalaman pengguna, serta membuka kemungkinan baru melalui kreativitas dan inovasi. Keterlibatan Shohibus menempatkan alumni ISI Yogyakarta dalam ruang pertukaran gagasan desain bersama para kreator Indonesia yang membawa karya mereka ke hadapan publik internasional.

Dalam ajang tersebut, selain Speedblaze IV karya Shohibus, sejumlah karya desainer Indonesia turut dipamerkan, antara lain Traxion MOA karya Moch Budi × Akross World, FUTUREWAVE karya Mikhael Romeo × Kalvert Official, Versatrail – All Terrain Shoes karya Shohibus Sulthon Al Ghifari × Alltrek.id, Sawarna Stool karya Handhyanto Hardian, Gemma karya Livia Saputra, serta Kubiko V2 karya Yopi Djauhari.

Karya lainnya meliputi Experience Design Process Book karya Steven Kurniadi; Cayman Dining Chair, Teluk Table Lamp, dan Kurung Table Lamp karya Pandu Laksono Mukti; Nefoline karya Febryan Tricahyo; serta Spedagi Dalantrasah 2.2 karya Singgih Kartono dan Abi Rafdy.

Keterlibatan Shohibus dalam agenda tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan desain tidak berhenti pada penguasaan aspek visual maupun penciptaan produk, tetapi juga mendorong kemampuan membaca persoalan, mengembangkan inovasi, membangun kolaborasi, dan menerjemahkan gagasan menjadi karya yang relevan dengan perkembangan masyarakat.

Bagi ISI Yogyakarta, capaian alumni pada forum internasional menjadi salah satu representasi hasil proses pendidikan yang mengintegrasikan pengetahuan, kreativitas, eksplorasi artistik, keterampilan, dan pengembangan gagasan. Lingkungan akademik seni dan desain memberikan ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter pencipta sekaligus mengembangkan perspektif yang dibutuhkan untuk berhadapan dengan perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis.

Kehadiran alumni ISI Yogyakarta di Hebei International Industrial Design Week 2026 sekaligus menunjukkan bahwa karya yang bertumbuh dari lingkungan pendidikan seni Indonesia memiliki peluang untuk berdialog dengan perkembangan desain dunia. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi lebih luas para kreator Indonesia dalam memperkenalkan potensi, pemikiran, dan karakter desain Indonesia kepada masyarakat internasional.

Capaian Shohibus juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara pendidikan tinggi seni dengan ekosistem profesional. Kompetensi yang dibangun selama proses pendidikan menjadi fondasi bagi lulusan untuk terus bereksperimen, berkolaborasi, dan mengembangkan praktik kreatif setelah memasuki dunia profesional.

Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta terus mendorong mahasiswa dan alumninya untuk memperluas jejaring, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan karya yang mampu berinteraksi dengan perkembangan seni, desain, teknologi, dan industri kreatif. Kiprah alumni di berbagai forum nasional maupun internasional menjadi salah satu indikator keberlanjutan ekosistem akademik dan kreatif yang dibangun di lingkungan kampus.

Partisipasi Shohibus Sulthon Al Ghifari dalam Hebei International Industrial Design Week 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi pencapaian personal seorang alumni. Kehadirannya membawa nama almamater sekaligus menjadi bagian dari representasi desain Indonesia di tingkat internasional.

Prestasi tersebut semakin meneguhkan ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang berperan dalam melahirkan kreator, desainer, dan insan seni yang memiliki kompetensi, keberanian bereksperimen, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan untuk mengambil bagian dalam jejaring kreatif nasional dan global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan