Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Visitasi AHPGS Perkuat Komitmen Internasionalisasi Pendidikan Seni ISI Yogyakarta

Visitasi AHPGS Perkuat Komitmen Internasionalisasi Pendidikan Seni ISI Yogyakarta

Yogyakarta, 24 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melaksanakan rangkaian site visit akreditasi internasional AHPGS untuk Program Sarjana Tari dan Etnomusikologi pada 23–24 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penjaminan mutu eksternal sekaligus upaya kedua program studi untuk menunjukkan penyelenggaraan pendidikan seni kepada panel ahli internasional. Dokumen agenda AHPGS secara khusus mencantumkan kedua program sarjana tersebut sebagai objek site visit.

Panel dalam visitasi terdiri atas Prof. Dr. Leonard Cruz dari University of Social Arts, Ottersberg; Prof. Dr. Michael Fuhr dari Hannover University of Music, Drama and Media; Prof. Dr. Yvonne Hardt dari Cologne University of Music and Dance; Daniel Janz dari University of Cologne; serta Prof. Dr. Klaus Näumann dari Martin Luther University Halle-Wittenberg. Tim juga didampingi Corina Sutter selaku Head of International Accreditation AHPGS. agenda_sitevisit_ISIYogyakarta

Rangkaian asesmen diawali dengan penyambutan resmi tim ahli oleh pimpinan ISI Yogyakarta pada 23 September 2026. Rektor ISI Yogyakarta Prof. Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn. bersama jajaran wakil rektor, pimpinan lembaga, biro, fakultas, serta Program Studi Etnomusikologi dan Tari terlibat dalam agenda tersebut.

Salah satu agenda utama adalah wawancara dengan manajemen universitas yang membahas tata kelola perguruan tinggi dan sistem penjaminan mutu pada berbagai tingkatan. Aspek yang didalami meliputi organisasi dan implementasi penjaminan mutu dalam pembelajaran, ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas, dukungan akademik, hingga layanan bagi mahasiswa.

Dokumentasi Humas Jurusan Tari
Dokumentasi Humas Jurusan Tari
Dokumentasi Humas Jurusan Tari
Dokumentasi Humas Jurusan Tari

Proses visitasi tidak hanya melibatkan pimpinan institut. Panel AHPGS juga melakukan wawancara dengan jajaran fakultas untuk mendalami posisi dan pengembangan program studi, sistem penjaminan mutu, transparansi dan dokumentasi, pengembangan sumber daya manusia, fasilitas, serta prospek pengembangan pendidikan.

Dosen dari kedua program studi turut mengikuti sesi khusus bersama panel ahli. Dalam sesi tersebut, pembahasan mencakup tujuan kualifikasi akademik dan profesional, struktur dan konsep program studi, pembelajaran disipliner dan interdisipliner, pendekatan pedagogis, beban studi, sistem evaluasi, komponen pembelajaran berbasis praktik, dukungan terhadap mahasiswa, serta keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja. agenda_sitevisit_ISIYogyakarta

Keterlibatan mahasiswa dan alumni menjadi bagian penting dalam asesmen. Pada hari kedua, panel berdialog langsung dengan mahasiswa dan lulusan Tari serta Etnomusikologi untuk memperoleh perspektif mengenai pengalaman belajar, tuntutan akademik, pengembangan kompetensi profesional dan personal, ketersediaan sumber daya, serta layanan pendampingan selama menempuh pendidikan.

Selain wawancara, tim ahli melakukan campus tour dan peninjauan langsung terhadap fasilitas serta ruang-ruang keterampilan dan praktik. Peninjauan tersebut memberi kesempatan kepada panel untuk melihat lingkungan dan infrastruktur yang mendukung proses pendidikan seni di ISI Yogyakarta. Rangkaian visitasi kemudian ditutup dengan final debriefing bersama pimpinan institut, fakultas, program studi, serta tim task force Tari dan Etnomusikologi.

Dokumentasi Humas Prodi Etnomusikologi
Dokumentasi Humas Prodi Etnomusikologi
Dokumentasi Humas Prodi Etnomusikologi
Dokumentasi Humas Prodi Etnomusikologi

Pelaksanaan visitasi internasional ini memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur ISI Yogyakarta dalam proses evaluasi mutu, mulai dari pimpinan, unit penjaminan mutu, fakultas, program studi dan dosen hingga mahasiswa serta alumni. Cakupan asesmen yang menyentuh tata kelola, kurikulum, pembelajaran, sumber daya, fasilitas, layanan mahasiswa, dan relevansi profesional juga memberikan ruang bagi institusi untuk menunjukkan sistem pendidikan seni yang dijalankan secara menyeluruh.

Bagi ISI Yogyakarta, proses akreditasi internasional menjadi bagian dari penguatan budaya mutu dan internasionalisasi pendidikan tinggi seni. Melalui Program Studi Tari dan Etnomusikologi, ISI Yogyakarta membawa praktik pendidikan seni yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia ke dalam proses evaluasi yang melibatkan akademisi dari sejumlah perguruan tinggi di Jerman.

Rangkaian tersebut sekaligus memperkuat keterhubungan ISI Yogyakarta dengan lingkungan akademik internasional dan mendukung upaya institusi untuk terus mengembangkan pendidikan seni yang relevan, berkualitas, serta memiliki daya jangkau global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini