Yogyakarta, 23 Oktober 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Komitmen tersebut tercermin melalui penerimaan kunjungan benchmarking Zona Integritas dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) yang berlangsung di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dipimpin oleh Oscar Samaratungga, S.E., M.Sn., tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik antarlembaga pendidikan tinggi dalam penguatan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pertemuan ini diikuti oleh 18 peserta yang terlibat dalam pembahasan mengenai penguatan sistem tata kelola kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kunjungan PENS menjadi momentum penting bagi ISI Yogyakarta untuk memperluas jejaring kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi, khususnya dalam pengembangan tata kelola yang berintegritas. Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta tidak hanya berfokus pada penguatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang seni, tetapi juga menempatkan reformasi birokrasi dan peningkatan mutu pelayanan sebagai bagian penting dari pengembangan institusi.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu fokus pembahasan adalah implementasi enam area perubahan pembangunan Zona Integritas, meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Keenam area tersebut menjadi landasan dalam mendorong terbentuknya budaya kerja yang profesional, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan pemangku kepentingan.
Pembahasan juga mencakup penguatan mekanisme evaluasi pembangunan Zona Integritas melalui penyusunan dan penyempurnaan Lembar Kerja Evaluasi (LKE). Kelengkapan dokumen pendukung, kesesuaian bukti pelaksanaan dengan indikator penilaian, serta evaluasi berkelanjutan menjadi aspek penting dalam memastikan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi diwujudkan melalui perubahan nyata dalam budaya kerja dan kualitas layanan.

Selain itu, forum benchmarking menempatkan inovasi pelayanan publik dan pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian penting dalam mendukung transformasi tata kelola perguruan tinggi. Penyederhanaan prosedur layanan, peningkatan aksesibilitas informasi, serta penguatan sistem administrasi yang efektif menjadi perhatian dalam mewujudkan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan akuntabel.
Bagi ISI Yogyakarta, penguatan Zona Integritas memiliki nilai strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi seni yang berkualitas dan berdaya saing. Tata kelola yang baik merupakan fondasi penting bagi terciptanya lingkungan akademik yang kondusif, peningkatan kepercayaan publik, serta pengembangan kerja sama dengan berbagai mitra di tingkat nasional maupun internasional.
Melalui FSMR, ISI Yogyakarta turut menunjukkan pentingnya keterlibatan unit kerja akademik dalam mendukung agenda reformasi birokrasi institusi. Penguatan integritas di tingkat fakultas menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem pendidikan tinggi seni yang tidak hanya unggul dalam kreativitas dan inovasi, tetapi juga memiliki tata kelola kelembagaan yang profesional dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengembangan mutu perguruan tinggi memerlukan keterbukaan terhadap pembelajaran antarinstitusi. Pertemuan antara ISI Yogyakarta dan PENS membuka ruang dialog lintas disiplin antara perguruan tinggi seni dan perguruan tinggi vokasi teknologi, khususnya dalam mengidentifikasi pendekatan dan praktik baik yang dapat diterapkan sesuai karakteristik masing-masing lembaga.
Sebagai tindak lanjut, penguatan koordinasi antarunit kerja, penyempurnaan instrumen evaluasi, serta pemantauan pelaksanaan pembangunan Zona Integritas secara berkelanjutan menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan institusi.
Melalui kegiatan benchmarking ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya organisasi yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berkontribusi dalam pengembangan seni dan budaya, tetapi juga aktif mendorong praktik tata kelola pendidikan tinggi yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.







