Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Bappenas Gandeng ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Talenta Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Bappenas Gandeng ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Talenta Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang berkontribusi dalam pembangunan talenta nasional melalui penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas). Kegiatan bertajuk “Menguatkan Ekosistem Talenta, Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut digelar di Auditorium Concert Hall ISI Yogyakarta, Rabu, 2 September 2026.

Kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dan ISI Yogyakarta ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem Manajemen Talenta Nasional (MTN) melalui perguruan tinggi. Talent Fest 2026 menjadi ruang diseminasi kebijakan, pertukaran praktik baik, penguatan jejaring, serta perluasan peluang rekognisi bagi talenta Indonesia.

Keterlibatan ISI Yogyakarta dalam agenda tersebut sekaligus menunjukkan posisi strategis perguruan tinggi seni dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kampus tidak hanya menjadi ruang pendidikan dan penciptaan karya, tetapi juga memiliki peran dalam mengidentifikasi potensi, mengembangkan kompetensi, membangun portofolio, serta mempertemukan talenta dengan jejaring profesional dan peluang pengembangan di tingkat nasional maupun global.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyampaikan bahwa Manajemen Talenta Nasional diharapkan berkembang sebagai agenda kolaboratif nasional dengan sasaran, indikator, serta mekanisme pelaksanaan yang jelas.

Sejalan dengan hal tersebut, Rektor ISI Yogyakarta Irwandi menekankan pentingnya orkestrasi kebijakan dan kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pengembangan talenta. Perguruan tinggi memiliki posisi penting karena menjadi salah satu ruang awal bagi generasi muda untuk mengembangkan kapasitas, kreativitas, prestasi, dan jejaring profesional.

Sementara itu, Direktur Agama, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kementerian PPN/Bappenas Didik Darmanto menjelaskan bahwa penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di Yogyakarta merupakan salah satu upaya mendekatkan program Manajemen Talenta Nasional dengan lingkungan kampus sekaligus memperkuat keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan talenta.

Sebagai perguruan tinggi seni, ISI Yogyakarta menghadirkan kekuatan khas dalam rangkaian Talent Fest 2026 melalui berbagai pertunjukan mahasiswa. Paduan suara, tari, karawitan, hingga pedalangan turut memeriahkan kegiatan dan memperlihatkan keberagaman kompetensi seni yang tumbuh dalam lingkungan akademik ISI Yogyakarta.

Penampilan tersebut tidak sekadar menjadi bagian hiburan dalam acara. Kehadiran para mahasiswa di panggung Talent Fest memperlihatkan bahwa seni dan kebudayaan merupakan bagian penting dari pembangunan talenta nasional, berdampingan dengan bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan olahraga.

Kegiatan juga dimeriahkan dengan atraksi senam ritmik dari talenta Federasi Gimnastik Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, memperkuat karakter Talent Fest sebagai ruang perjumpaan talenta lintas bidang.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi Talenta Bicara yang menghadirkan aktor dan produser Muhammad Abe Baasyin, atlet para tenis meja Adyos Astan, serta Guru Besar Departemen Kimia Farmasi Universitas Gadjah Mada Abdul Rohman. Para narasumber berbagi pengalaman mengenai perjalanan pengembangan diri, proses membangun kompetensi, hingga pencapaian prestasi pada level yang lebih luas.

Talent Fest 2026 juga menghadirkan talkshow bertema “Merajut Kolaborasi, Mengembangkan Talenta Unggul Menuju Indonesia Emas 2045”. Diskusi mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, perguruan tinggi, bidang olahraga, ilmu pengetahuan, serta industri kreatif.

Narasumber yang hadir di antaranya Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi BRIN Edy Giri Rachman; Plt. Asisten Deputi Sentra Pembinaan Olahragawan Muda Kementerian Pemuda dan Olahraga Usman Ali Mustofa; Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee of Indonesia Ukun Rukaendi; Dekan FMIPA UGM Kuwat Triyana; serta aktor dan produser Joned Suryatmoko.

Diskusi menyoroti pentingnya sistem pembinaan talenta yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas para pendukung pengembangan talenta, serta sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia profesional, dan industri. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing talenta Indonesia di tingkat dunia.

Penyelenggaraan Talent Fest 2026 MTN Goes to Campus di ISI Yogyakarta memperlihatkan semakin luasnya kontribusi perguruan tinggi seni dalam agenda pembangunan nasional. Kampus seni memiliki sumber daya kreatif, tradisi akademik, ekosistem penciptaan, serta talenta dari berbagai disiplin yang dapat memberikan perspektif penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Bagi ISI Yogyakarta, kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dalam agenda Manajemen Talenta Nasional juga memperkuat jejaring institusi dengan pemerintah, lembaga riset, bidang olahraga, perguruan tinggi, serta para profesional. Posisi tersebut membuka ruang yang semakin luas bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperoleh pengalaman, membangun jejaring, serta mendapatkan rekognisi atas kompetensi dan karya mereka.

Melalui Talent Fest 2026, ISI Yogyakarta menegaskan bahwa pendidikan tinggi seni memiliki peran strategis dalam membentuk talenta unggul yang kreatif, adaptif, berdaya saing, dan berakar pada kekuatan kebudayaan Indonesia. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari pembangunan ekosistem talenta nasional yang terarah, inklusif, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini