Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Dua Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Medali Perunggu PORPROV XVII Jawa Tengah 2026 melalui Dancesport Tradisional Nusantara

Dua Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Medali Perunggu PORPROV XVII Jawa Tengah 2026 melalui Dancesport Tradisional Nusantara

Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di tingkat provinsi. Dua mahasiswa ISI Yogyakarta, Raihan Arfiansyah dan Anas Faizal Nugratama, berhasil meraih Juara III dan medali perunggu cabang olahraga Dancesport Tradisional dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XVII Jawa Tengah 2026. Prestasi tersebut memperlihatkan kemampuan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam memadukan kreativitas seni pertunjukan, keterampilan koreografi, dan ketangkasan olahraga pada ajang kompetitif.

Kompetisi Dancesport Tradisional berlangsung di Hotel Metro Park View, Semarang, pada 25 Oktober 2026, sebagai bagian dari PORPROV XVII Jawa Tengah yang diselenggarakan di kawasan Semarang Raya pada 25–31 Oktober 2026. Ajang olahraga tingkat provinsi ini menjadi salah satu wadah pembinaan dan penjaringan atlet potensial Jawa Tengah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Dalam kompetisi tersebut, Raihan dan Anas menampilkan karya tari Nusantara berdurasi tiga menit yang merangkai kekayaan tradisi dari enam wilayah Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Barat, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Papua. Melalui perpaduan gerak, ritme, dan ekspresi, keduanya menghadirkan pertunjukan yang menonjolkan keberagaman budaya Indonesia dalam format dancesport yang dinamis.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa penguasaan seni tari tidak hanya memiliki nilai artistik dan budaya, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi kompetensi yang berdaya saing dalam bidang olahraga prestasi. Perpaduan antara kemampuan teknis, kreativitas koreografi, kekuatan ekspresi, dan ketepatan gerak menjadi bagian penting dalam penampilan yang mengantarkan kedua mahasiswa meraih medali perunggu.

Bagi ISI Yogyakarta, pencapaian ini semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang memiliki potensi besar dalam melahirkan generasi seniman kreatif, adaptif, dan kompetitif. Prestasi mahasiswa pada cabang Dancesport Tradisional sekaligus memperlihatkan relevansi pendidikan seni dalam menjawab perkembangan praktik seni kontemporer yang semakin terbuka terhadap kolaborasi lintas disiplin, termasuk seni dan olahraga.

Lebih dari sekadar pencapaian medali, penampilan yang mengangkat enam tradisi daerah tersebut juga membawa pesan penting mengenai kekayaan identitas budaya Nusantara. Melalui kompetisi olahraga, seni tradisi memperoleh ruang ekspresi yang lebih luas sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada masyarakat.

Prestasi Raihan Arfiansyah dan Anas Faizal Nugratama diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa ISI Yogyakarta untuk terus mengembangkan kemampuan artistik, mengeksplorasi peluang berkarya lintas bidang, serta berpartisipasi dalam berbagai kompetisi tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat citra ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berperan dalam pendidikan, penciptaan, dan pelestarian seni budaya, tetapi juga mendorong lahirnya prestasi generasi muda melalui pengembangan kreativitas dan keunggulan kompetitif berbasis seni.

Dokumentasi: Humas Jurusan Tari FSP ISI Yogyakarta

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan