Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Gandeng Psikolog Klinis dan Dinas Kesehatan dalam Membangun Generasi Kreatif yang Sehat Mental

ISI Yogyakarta Gandeng Psikolog Klinis dan Dinas Kesehatan dalam Membangun Generasi Kreatif yang Sehat Mental

Yogyakarta, 28 Oktober 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi seni yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa. Berkolaborasi dengan Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, ISI Yogyakarta akan menyelenggarakan kegiatan “Kampus Peduli Kesehatan Jiwa” dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026. Kegiatan ini akan berlangsung pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, di Gedung Serba Guna ISI Yogyakarta.

Mengusung tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dengan lembaga profesi psikologi dan instansi kesehatan pemerintah, ISI Yogyakarta berupaya menghadirkan akses layanan kesehatan jiwa sekaligus memperkuat budaya kampus yang mengedepankan kepedulian, empati, dan dukungan sosial.

Kegiatan tersebut menghadirkan layanan skrining kesehatan jiwa untuk membantu mahasiswa mengenali kondisi kesehatan mentalnya sejak dini, serta konsultasi kesehatan jiwa secara gratis bersama tenaga profesional dengan kuota terbatas. Program ini juga menjadi sarana edukasi untuk mendorong keterbukaan dalam membicarakan persoalan kesehatan mental dan mengurangi stigma terhadap individu yang membutuhkan dukungan psikologis.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pengembangan seni, ISI Yogyakarta memandang kesehatan mental sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung proses pendidikan, penciptaan, dan pengembangan kreativitas mahasiswa. Dinamika pendidikan seni yang melibatkan eksplorasi gagasan, kepekaan emosional, proses kreatif, serta tuntutan akademik membutuhkan lingkungan pembelajaran yang tidak hanya mendorong pencapaian artistik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis sivitas akademika.

Kolaborasi lintas lembaga ini sekaligus mencerminkan perhatian ISI Yogyakarta terhadap pengembangan pendidikan tinggi seni yang berorientasi pada manusia. Penguatan kesehatan mental diharapkan dapat mendukung mahasiswa agar mampu mengembangkan potensi kreatif, mengekspresikan gagasan, membangun hubungan sosial yang positif, serta menjalani proses pendidikan secara lebih optimal.

Melalui semangat “Kenali, Dengar, Tolong, Hubungkan”, kegiatan Kampus Peduli Kesehatan Jiwa mengajak mahasiswa untuk lebih peka terhadap kondisi dirinya sendiri maupun orang lain. Kesadaran untuk mendengarkan pengalaman, memberikan dukungan, dan menghubungkan individu dengan layanan profesional merupakan langkah penting dalam membangun komunitas akademik yang saling mendukung.

Mahasiswa yang ingin mengikuti skrining kesehatan jiwa dapat mengakses tautan https://ipk.id/formskrining42ipkdiy, sedangkan pendaftaran konsultasi kesehatan jiwa gratis tersedia melalui https://ipk.id/keswadiy26. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center IPK DIY di nomor 0821-3707-7145.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, ISI Yogyakarta menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya berkomitmen pada keunggulan akademik dan kreativitas, tetapi juga pada pembangunan lingkungan kampus yang sehat, humanis, dan berkelanjutan. Kepedulian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi seniman, kreator, dan insan budaya yang tangguh, berempati, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan