Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Film Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Tembus Nominasi Festival Film Indonesia 2026, Perkuat Prestasi Perfilman Nasional

Film Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Tembus Nominasi Festival Film Indonesia 2026, Perkuat Prestasi Perfilman Nasional

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta di dunia perfilman nasional. Film pendek Dihapus dari Peta (Erased from the Map) karya Maarij Reka, mahasiswa Program Studi Film dan Televisi, Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta, berhasil masuk nominasi Film Cerita Pendek Terbaik pada Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Pencapaian ini semakin memperkuat reputasi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang mampu melahirkan sineas muda dengan karya kreatif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Nominasi tersebut diumumkan secara resmi oleh Komite Festival Film Indonesia pada 12 Oktober 2026 di Gedung Perusahaan Film Negara (PFN), Jakarta. Film Dihapus dari Peta yang disutradarai Maarij Reka dan diproduseri Nabila Maharani Ribusari menjadi salah satu dari lima karya yang berhasil menembus nominasi kategori Film Cerita Pendek Terbaik dalam ajang penghargaan perfilman nasional tersebut.

Film Dihapus dari Peta merupakan salah satu karya yang dihasilkan melalui program Layar Indonesiana 2025, sebuah program fasilitasi dan kompetisi produksi film pendek yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini bertujuan mendorong lahirnya karya sinema Indonesia yang kreatif, berkualitas, serta mampu memperluas ruang apresiasi bagi para sineas Tanah Air.

Dalam kategori yang sama, film Dihapus dari Peta bersaing dengan empat karya lainnya, yakni Amelia, Amelia, Malam Sepanjang Nafas, Mothers Are Mothering, dan αLPα. Film αLPα karya sutradara Dhiwangkara Seta, yang juga merupakan hasil program Layar Indonesiana 2025, turut memperoleh nominasi tersebut. Kehadiran kedua karya dalam daftar nominasi mencerminkan kontribusi program Layar Indonesiana dalam mendukung perkembangan perfilman Indonesia.

Keberhasilan Dihapus dari Peta masuk nominasi FFI 2026 menjadi pencapaian penting bagi Maarij Reka dan tim produksi. Terlebih, kategori Film Cerita Pendek Terbaik tahun ini diikuti oleh 177 karya yang mendaftar dalam proses seleksi Festival Film Indonesia. Terpilihnya karya mahasiswa ISI Yogyakarta dalam jajaran nominasi memperlihatkan kemampuan sineas muda dari lingkungan pendidikan seni untuk bersaing dalam ekosistem perfilman profesional.

Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia

Film berdurasi sekitar 17 menit tersebut mengangkat persoalan ingatan, ruang hidup, keluarga, dan perubahan lingkungan akibat pembangunan. Melalui pendekatan sinematik yang reflektif, Dihapus dari Peta menghadirkan kisah tentang hubungan manusia dengan tempat, kenangan masa kecil, serta perubahan lanskap yang memengaruhi kehidupan masyarakat. Isu sosial yang diangkat memperlihatkan bagaimana karya film dapat menjadi medium ekspresi artistik sekaligus ruang untuk menyampaikan perspektif kritis terhadap realitas kehidupan.

Nominasi Festival Film Indonesia 2026 sekaligus melengkapi perjalanan prestasi internasional film tersebut. Sebelumnya, Dihapus dari Peta berhasil meraih Tabakalera Film and Audiovisual Laboratory–Nest Award 2026 dalam rangkaian 74th San Sebastián International Film Festival di Spanyol. Penghargaan yang diumumkan pada 25 September 2026 itu menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap kualitas karya Maarij Reka sebagai sineas muda Indonesia.

Rangkaian pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas yang tumbuh dalam lingkungan akademik ISI Yogyakarta mampu berkembang menjadi karya yang mendapat apresiasi di berbagai forum perfilman. Keberhasilan ini sekaligus memperlihatkan relevansi pendidikan seni yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan kepekaan artistik, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian mengeksplorasi isu-isu sosial melalui bahasa audiovisual.

Bagi ISI Yogyakarta, pencapaian mahasiswa Program Studi Film dan Televisi FSMR ini semakin memperkuat posisi institusi dalam pengembangan pendidikan dan penciptaan seni media rekam. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan untuk terus mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendukung kreativitas, kolaborasi, serta lahirnya karya-karya inovatif yang mampu berkompetisi dalam industri dan festival film.

Melalui keberhasilan Dihapus dari Peta menembus nominasi Festival Film Indonesia 2026, ISI Yogyakarta kembali menunjukkan kontribusinya dalam menyiapkan generasi kreator dan sineas masa depan. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus menghasilkan karya yang memiliki kualitas artistik, relevansi sosial, serta mampu membawa gagasan dan cerita Indonesia ke panggung nasional maupun internasional.

Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini