Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Kreativitas untuk Kemanusiaan, Kompetisi Zine ISI Yogyakarta Ajak Mahasiswa Jadi Teman, Bukan Penonton

Kreativitas untuk Kemanusiaan, Kompetisi Zine ISI Yogyakarta Ajak Mahasiswa Jadi Teman, Bukan Penonton

Yogyakarta, 7 September 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) mengumumkan pemenang Kompetisi Zine bertema “Break the Silence: Jadilah Teman, Bukan Penonton.” Kompetisi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman, saling peduli, dan berani mengambil peran dalam mencegah kekerasan.

Berdasarkan hasil kompetisi, Ahmad Fauzan Azizi berhasil meraih Juara 1, disusul Dodi Santoso sebagai Juara 2, dan Ratu Aisyah Madhinah sebagai Juara 3. Para pemenang menghadirkan karya dengan pendekatan visual dan pesan yang berbeda, tetapi memiliki semangat yang sama, yakni mengajak masyarakat kampus untuk tidak tinggal diam ketika melihat atau mengetahui adanya persoalan kekerasan.

Karya Ahmad Fauzan Azizi yang meraih Juara 1 mengangkat visual bertajuk “Menoleh”. Karya tersebut menghadirkan ajakan untuk membangun kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitar. Sementara itu, karya Dodi Santoso menyampaikan pesan “Tidak Apa Pelan-Pelan, Kau Punya Seorang Teman,” yang menempatkan dukungan dan keberadaan teman sebagai bagian penting dalam membangun lingkungan yang saling menguatkan.

Adapun karya Ratu Aisyah Madhinah mengangkat pesan “Mau Ditunggu sampai Kapan?” melalui pendekatan visual yang mendorong keberanian untuk bertindak dan tidak sekadar menjadi penonton. Ketiga karya menunjukkan bagaimana bahasa visual dapat digunakan tidak hanya untuk kepentingan estetika, tetapi juga untuk menyampaikan persoalan sosial secara komunikatif dan dekat dengan generasi muda.

Pemilihan format zine dalam kompetisi ini sekaligus membuka ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi ilustrasi, tipografi, narasi, dan komunikasi visual sebagai medium edukasi. Melalui pendekatan tersebut, isu mengenai pencegahan kekerasan dapat disampaikan dalam bentuk yang kreatif, mudah dipahami, serta memiliki kedekatan dengan kehidupan mahasiswa.

Kompetisi ini juga menunjukkan peran strategis perguruan tinggi seni dalam mempertemukan kreativitas, pendidikan, dan kepedulian sosial. Bagi ISI Yogyakarta, praktik seni tidak berhenti pada penciptaan karya, tetapi dapat berkembang menjadi medium untuk membangun kesadaran, menyuarakan nilai kemanusiaan, serta mendorong perubahan perilaku di lingkungan masyarakat.

Melalui tema “Break the Silence: Jadilah Teman, Bukan Penonton,” Satgas PPKPT ISI Yogyakarta mengajak seluruh sivitas akademika untuk membangun budaya saling menjaga. Kehadiran teman yang mau mendengar, memberikan dukungan, serta berani mengambil langkah yang tepat menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang pendidikan yang aman dan bermartabat.

Kegiatan ini memperkuat komitmen ISI Yogyakarta untuk membangun ekosistem pendidikan seni yang tidak hanya unggul dalam pengembangan kreativitas dan kompetensi artistik, tetapi juga memiliki perhatian terhadap nilai kemanusiaan, keselamatan, inklusivitas, dan tanggung jawab sosial. Keterlibatan mahasiswa dan sivitas akademika melalui karya kreatif diharapkan dapat memperluas pemahaman bahwa seni mempunyai daya untuk menyampaikan pesan penting sekaligus menciptakan dampak positif.

Satgas PPKPT ISI Yogyakarta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kampanye tersebut. Peserta yang belum terpilih sebagai pemenang diharapkan terus berkarya dan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menciptakan kampus sebagai ruang aman tanpa kekerasan.

Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan dan layanan Satgas PPKPT ISI Yogyakarta dapat diperoleh melalui narahubung Erna di 0877-3815-0280, Instagram @satgasppkpt_isiyk, serta kanal resmi Satgas PPKPT ISI Yogyakarta.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan