Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Kolaborasi Lintas Prodi dan Mitra, DMKB ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Fashion di Jogja Fashion Week 2026

Kolaborasi Lintas Prodi dan Mitra, DMKB ISI Yogyakarta Perkuat Ekosistem Fashion di Jogja Fashion Week 2026

Yogyakarta, 16 Agustus 2026 — Program Studi D-4 Desain Mode Kriya Batik (DMKB), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia Yogyakarta kembali mengambil bagian dalam perhelatan tahunan Jogja Fashion Week (JFW) 2026 yang berlangsung pada 13–16 Agustus 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Kehadiran DMKB tahun ini tidak hanya menjadi ruang presentasi karya, tetapi sekaligus memperlihatkan bagaimana pendidikan seni dapat bertemu dengan praktik industri, kewirausahaan, jejaring alumni, serta kolaborasi lintas disiplin dalam satu ekosistem kreatif.
Partisipasi tersebut memenuhi undangan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Jogja Fashion Week 2026 merupakan penyelenggaraan ke-21 dari salah satu agenda fesyen tahunan di Yogyakarta.


Dalam gelaran tahun ini, Prodi DMKB membawa mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam sejumlah kegiatan, mulai dari kompetisi, peragaan busana, pameran karya hingga talk show. Kehadiran dalam beragam format tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mempresentasikan karya, tetapi juga memahami proses kurasi, pengelolaan produk, komunikasi dengan publik, pemasaran, hingga membangun jejaring profesional.
Pada segmen peragaan busana, karya mahasiswa DMKB tampil melalui beberapa jalur. Sejumlah karya mengikuti seleksi dan kompetisi berskala nasional, sementara sembilan mahasiswa memperoleh kesempatan menampilkan karya melalui fashion show setelah lolos proses kurasi internal program studi. Karya-karya tersebut menjadi representasi dari proses pembelajaran yang mempertemukan kemampuan artistik, keterampilan teknis, pemahaman material, serta kepekaan terhadap perkembangan dunia fesyen.
Kolaborasi Lintas Prodi dalam Satu Ruang Kreatif.


Semangat kolaborasi menjadi salah satu kekuatan utama kehadiran DMKB pada JFW 2026. Booth DMKB dikembangkan bersama Program Studi Desain Produk FSRD ISI Yogyakarta. Karya furnitur mahasiswa Desain Produk digunakan sebagai elemen interior sekaligus perangkat display untuk karya-karya batik dan fesyen yang ditampilkan.
Kolaborasi tersebut membuat booth tidak sekadar menjadi ruang pamer, tetapi juga menjadi titik temu berbagai disiplin desain. Produk fesyen, batik, furnitur, tata display, komunikasi kepada pengunjung, hingga aktivitas pemasaran hadir sebagai satu pengalaman kreatif yang saling terhubung.
Booth DMKB juga menampilkan karya mahasiswa dan alumni yang dikelola bersama sebagai bentuk pembelajaran kewirausahaan secara langsung. Sejumlah brand mahasiswa, alumni, dan dosen turut mendukung kegiatan ini, antara lain Laras Jiwo Batik, Omah Unikeno, Livibliss, Mymara_id, Sambal Ceriwit, Pas-Edu, dan Kebaya Avta.


Beberapa di antaranya tumbuh melalui program pengabdian kepada masyarakat maupun program kewirausahaan mahasiswa dan dosen, seperti PKM, PMW, dan PISN. Dengan demikian, program-program yang sebelumnya dikembangkan dalam lingkungan akademik memperoleh ruang untuk berhadapan langsung dengan masyarakat dan ekosistem industri kreatif.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari karakter pendidikan vokasi DMKB. Mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan karya, tetapi didorong memahami bagaimana karya memiliki nilai guna, nilai ekonomi, identitas, serta peluang untuk dikembangkan menjadi usaha kreatif yang berkelanjutan.
Program Studi D-4 Desain Mode Kriya Batik ISI Yogyakarta sendiri mengembangkan pendidikan vokasi pada dua bidang utama, yakni batik dan fesyen, dengan salah satu profil lulusan yang diarahkan sebagai desainer sekaligus wirausahawan dalam bidang tersebut.
Alumni Kembali ke Kampus melalui Berbagi Pengalaman
Kolaborasi DMKB di JFW 2026 juga menjangkau alumni. Program studi menghadirkan dua alumni sebagai narasumber dalam sesi talk show, yakni Lutfi Koriah, pendiri Cementhik Studio Batik, dan Fa. Diajeng Gusti, pendiri Diajeng Fashion Designer.
Keduanya menjadi contoh bagaimana kompetensi yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat berkembang menjadi praktik profesional. Lutfi Koriah mengembangkan kiprahnya melalui batik, sementara Diajeng menekuni dunia perancang busana dengan spesialisasi pada busana pernikahan.
Kehadiran alumni tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman, tetapi juga memperlihatkan pentingnya kesinambungan hubungan antara kampus dan lulusannya. Pengetahuan dari ruang akademik bertemu dengan pengalaman nyata di lapangan, kemudian kembali dibagikan kepada mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran antargenerasi.


Dalam kegiatan tersebut, DMKB turut mengundang siswa-siswi SMK bidang busana dan mode di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mengikuti talk show dan menyaksikan fashion show. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pendidikan tinggi seni dan desain kepada generasi muda sekaligus memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan kompetensi dan karier di bidang batik serta fesyen.
Dari Ruang Kelas Menuju Ekosistem Industri Kreatif
Kolaborasi pada JFW 2026 semakin luas dengan keterlibatan Program Studi Tata Kelola Seni (TKS) ISI Yogyakarta. Salah satu mahasiswa terbaik TKS dipercaya menjadi MC sekaligus host dalam rangkaian Fashion Show dan Talk Show DMKB yang digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 10.00–12.00 WIB di Creative Corner Stage, Hall C, Jogja Fashion Week 2026, Jogja Expo Center.
Keterlibatan Desain Mode Kriya Batik, Desain Produk, dan Tata Kelola Seni menunjukkan potensi pembelajaran lintas program studi di lingkungan ISI Yogyakarta. Karya tidak hanya membutuhkan pencipta, tetapi juga membutuhkan desain ruang, pengelolaan kegiatan, komunikasi, publikasi, serta jejaring agar dapat bertemu dengan masyarakat secara lebih luas.
Keseluruhan kegiatan berada di bawah binaan Ketua Program Studi D-4 Desain Mode Kriya Batik Budi Hartono, M.Sn., dengan pendampingan dosen Esther Mayliana, M.Pd. dan Retno Purwandari, M.A.
Partisipasi DMKB dalam Jogja Fashion Week 2026 pada akhirnya tidak semata-mata berbicara mengenai keberadaan karya di atas runway. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang menghubungkan mahasiswa, dosen, alumni, program studi lain, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.


Melalui pola kolaborasi semacam ini, ISI Yogyakarta terus memperluas ruang belajar mahasiswa dari studio dan ruang kelas menuju ruang-ruang profesional yang nyata. Mahasiswa memperoleh kesempatan menguji gagasan di hadapan publik, membangun jejaring, mengenali mekanisme industri, sekaligus memahami bahwa kreativitas dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dan sosial ketika dikelola melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Kehadiran ISI Yogyakarta dalam Jogja Fashion Week 2026 sekaligus mempertegas komitmen perguruan tinggi seni untuk menjaga kekayaan tradisi seperti batik tetap hidup melalui cara-cara baru—bertemu dengan desain, teknologi produksi, kewirausahaan, dan dinamika fesyen kontemporer—seraya menyiapkan generasi kreatif yang mampu membawa karya dari ruang akademik menuju masyarakat dan industri.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini