Yogyakarta, 26 Juni 2026 — UPA Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mengumumkan para pemenang Lomba Kreasi Video Perpustakaan 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan media literasi yang inspiratif, inovatif, dan dekat dengan kehidupan sivitas akademika.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang belajar, ruang berkarya, ruang kolaborasi, sekaligus sumber inspirasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat luas. Melalui medium video, mahasiswa diajak untuk melihat perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi pustaka, tetapi juga sebagai ekosistem pengetahuan yang dapat diolah menjadi karya kreatif.
Setelah melalui proses penilaian oleh dewan juri, UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta menetapkan Syifa Aulya Hamidha Salfa dari Program Studi Seni Teater dengan NIM 2611447014 sebagai Juara I. Karya yang dihasilkan dinilai mampu menghadirkan gagasan kreatif dalam memperkenalkan perpustakaan secara menarik dan komunikatif.
Posisi Juara II diraih oleh Indra Bagus Kisworo dan Dewi Kurniasari dari Program Studi Kriya, masing-masing dengan NIM 2412590022 dan 2310018029. Keduanya menunjukkan kemampuan kolaboratif dalam mengolah pesan literasi melalui pendekatan visual yang kreatif.
Sementara itu, Juara III diraih oleh Deera Isfalana dari Program Studi Tata Kelola Seni dengan NIM 2210329026. Karyanya turut memperlihatkan bahwa perpustakaan dapat menjadi bagian penting dari proses akademik, pengelolaan pengetahuan, dan pengembangan kreativitas mahasiswa seni.
UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta juga menetapkan dua peserta sebagai Juara Favorit, yaitu Ninda Aryanti dari Program Studi Desain Mode Kriya Batik dengan NIM 2400304028, serta Natasya Aurelia Putri dari Program Studi Produksi Film dan Televisi dengan NIM 2500073035. Kategori favorit ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas karya yang memperoleh perhatian dan respons positif dalam penyelenggaraan lomba.


Melalui Lomba Kreasi Video Perpustakaan 2026, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi seni yang terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, keterampilan, dan sensitivitas artistik melalui berbagai media. Video sebagai medium kreatif dipandang memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan literasi secara lebih luas, terutama di tengah perkembangan budaya digital yang semakin dekat dengan generasi muda.
Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa literasi di lingkungan perguruan tinggi seni tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan mengakses informasi, tetapi juga mencakup kemampuan mengolah pengetahuan menjadi karya yang bernilai, komunikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam konteks tersebut, perpustakaan menjadi ruang penting yang menghubungkan pengetahuan, kreativitas, riset, dan praktik artistik.
UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan menunjukkan karya terbaiknya dalam lomba ini. Partisipasi mahasiswa dari berbagai program studi menunjukkan bahwa semangat literasi dapat tumbuh melalui pendekatan lintas disiplin, mulai dari seni pertunjukan, kriya, tata kelola seni, desain, hingga produksi film dan televisi.
Bagi para pemenang, capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus berkarya, mengembangkan potensi diri, serta menyebarkan semangat literasi melalui media kreatif. Sementara bagi peserta yang belum memperoleh juara, UPA Perpustakaan ISI Yogyakarta mengajak untuk tetap semangat, terus belajar, dan menjadikan pengalaman ini sebagai bagian dari proses kreatif yang berkelanjutan.
Penyelenggaraan Lomba Kreasi Video Perpustakaan 2026 sekaligus memperkuat citra ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang adaptif, terbuka terhadap inovasi, serta konsisten mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya yang berdampak. Melalui kegiatan semacam ini, ISI Yogyakarta terus membangun ruang akademik yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.







