Yogyakarta, 19 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni terkemuka di Indonesia melalui penyelenggaraan Pameran Seni Gambar Nasional “Kebangkitan Gambar – Menggambar Kebangkitan” Indonesia Raya Menggambar. Pameran ini resmi dibuka di R. J. Katamsi, ISI Yogyakarta, dalam rangkaian Bulan Indonesia Menggambar.
Pembukaan pameran dihadiri oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., tim kurator, penggagas Indonesia Raya Menggambar, seniman, akademisi, mahasiswa, komunitas seni, serta masyarakat umum. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa praktik menggambar tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik seni rupa, tetapi juga berkembang sebagai ruang perjumpaan gagasan, ekspresi, dan solidaritas lintas generasi.
Dalam pembukaan tersebut, ISI Yogyakarta menjadi tuan rumah penting bagi gerakan nasional yang melibatkan jejaring 9 Zona Wilayah se-Indonesia Raya Menggambar. Pameran ini menghadirkan semangat bersama untuk menghidupkan kembali budaya menggambar sebagai bahasa visual yang dekat dengan kehidupan masyarakat, sekaligus sebagai medium untuk membaca dinamika sosial, keberagaman, dan ingatan kolektif bangsa.
Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi, M.Sn., membuka secara resmi pameran tersebut. Kehadiran ISI Yogyakarta sebagai ruang penyelenggaraan pameran nasional ini memperlihatkan peran strategis kampus seni dalam memperkuat ekosistem seni rupa Indonesia, baik melalui pendidikan, penciptaan, kuratorial, riset artistik, maupun pengabdian kepada masyarakat.


Pameran “Kebangkitan Gambar – Menggambar Kebangkitan” tidak hanya diposisikan sebagai ruang presentasi karya, tetapi juga sebagai momentum untuk menegaskan kembali pentingnya menggambar dalam proses kreatif. Menggambar menjadi dasar pembacaan visual, latihan kepekaan, sekaligus sarana membangun gagasan. Dalam konteks pendidikan tinggi seni, praktik menggambar tetap memiliki posisi penting sebagai fondasi penciptaan lintas disiplin.
Rangkaian pembukaan pameran juga diisi dengan sambutan tim kurator yang terdiri atas Dio Pamola, Syamsul Barry, Hajar Pamadhi, Ilham Khoiri, dan Rusnoto. Selain itu, Presiden Indonesia Raya Menggambar, EdoPop, turut memberikan sambutan mengenai pentingnya gerakan menggambar sebagai ruang ekspresi bersama yang mampu menjangkau publik secara luas.
Suasana pembukaan semakin semarak dengan kehadiran penampilan khusus dari METIYEM serta rangkaian acara yang menghadirkan nuansa kebersamaan antara seniman, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Hal ini memperkuat karakter pameran sebagai ruang budaya yang terbuka, partisipatif, dan berorientasi pada penguatan jejaring seni rupa nasional.



Melalui pameran ini, ISI Yogyakarta tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan seni, tetapi juga menjadi pusat produksi pengetahuan, dialog, dan pengembangan praktik seni rupa. Kegiatan ini mempertegas kontribusi ISI Yogyakarta dalam menjaga kesinambungan tradisi seni, mendorong lahirnya gagasan baru, serta memperluas akses masyarakat terhadap pengalaman artistik yang bermakna.
Pameran Seni Gambar Nasional “Kebangkitan Gambar – Menggambar Kebangkitan” Indonesia Raya Menggambar diharapkan menjadi tonggak penting bagi lahirnya energi baru dalam dunia seni rupa Indonesia. Melalui kegiatan ini, budaya menggambar terus dihidupkan sebagai praktik kreatif yang relevan, inklusif, dan dekat dengan denyut kehidupan masyarakat.





