Yogyakarta, 11 Mei 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi seni yang aktif mengembangkan wacana akademik, kebudayaan, dan isu-isu global melalui penyelenggaraan International Djogja Earthsounds Fest 2026 (IDEF 2026). Kegiatan ini akan berlangsung pada 21–25 Juli 2026 di ISI Yogyakarta dengan mengusung tema “Sacred Music, Ecological Spirituality, and Cultural Preservation”.
Sebagai bagian dari rangkaian IDEF 2026, panitia membuka Call for Papers bagi akademisi, peneliti, seniman, praktisi budaya, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap hubungan antara musik, spiritualitas, ekologi, dan pelestarian budaya. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Masyarakat Etnomusikologi Indonesia (MEI).
Call for Papers ini mengangkat sejumlah subtema, yaitu Ritual Music and Nusantara Cosmology, Sacred Soundscapes and the Environment, Sacred Music in the Ecological Crisis, serta Knowledge Transmission and Revitalization of Tradition. Melalui tema-tema tersebut, IDEF 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan gagasan lintas disiplin yang menghubungkan praktik seni, pengetahuan tradisi, dan kesadaran ekologis.
ISI Yogyakarta memandang kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperluas peran perguruan tinggi seni dalam merespons persoalan zaman. Seni tidak hanya ditempatkan sebagai ekspresi estetik, tetapi juga sebagai medium pengetahuan, refleksi spiritual, penguatan identitas budaya, dan upaya membangun kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.
Peserta yang terpilih berkesempatan mempublikasikan artikelnya dalam Journal of Urban Society’s Art yang terindeks SINTA 2 dengan biaya publikasi, serta prosiding internasional ber-ISBN/ISSN secara gratis. Selain itu, peserta juga akan memperoleh seminar kit dan e-certificate.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/ConferenceIDEF2026. Batas pengumpulan abstrak ditetapkan pada 8 Juni 2026, pengumuman penerimaan pada 15 Juni 2026, batas pengumpulan full paper pada 6 Juli 2026, konferensi pada 23 Juli 2026, dan finalisasi paper pada 23 September 2026.
Melalui IDEF 2026, ISI Yogyakarta memperkuat kontribusinya sebagai pusat pengembangan seni, budaya, dan keilmuan yang relevan dengan tantangan global, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional di bidang etnomusikologi, seni pertunjukan, ekologi budaya, dan pelestarian tradisi.






