Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mahasiswa Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta Gelar “Dekap Rasa”, Teguhkan Kampus Seni sebagai Ruang Kurasi dan Kolaborasi Antargenerasi

Mahasiswa Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta Gelar “Dekap Rasa”, Teguhkan Kampus Seni sebagai Ruang Kurasi dan Kolaborasi Antargenerasi

Yogyakarta, 4 Mei 2026 — Mahasiswa Program Studi S1 Tata Kelola Seni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta, yang tergabung dalam Anjastha Collective, sukses menyelenggarakan pameran seni visual bertajuk “Dekap Rasa” di On The Pop Cafe, kawasan Kraton, Kota Yogyakarta.

Pameran ini menjadi salah satu wujud nyata peran ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang tidak hanya menghasilkan seniman, tetapi juga melahirkan pengelola seni, kurator, mediator budaya, dan penggerak ekosistem seni yang mampu menghubungkan gagasan artistik dengan ruang publik.

“Dekap Rasa” merupakan hasil kolaborasi Anjastha Collective dengan Empu Gampingan, kolektif perupa perempuan yang seluruh anggotanya merupakan alumni Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta angkatan tahun 1990-an. Kolaborasi ini mempertemukan energi muda mahasiswa Tata Kelola Seni dengan pengalaman artistik para alumni, sehingga menghadirkan ruang belajar yang hidup, lintas generasi, dan berbasis praktik langsung di medan seni.

Pameran yang dikuratori oleh Kristiana Bondan Wicaksaning Galih ini menghadirkan karya-karya dari sejumlah seniman, antara lain Liesti Yanti Purnomo, Ary Okta, Kana Fuddy Prakoso, Laila Tifah, Justina TS, Feintje Likawati, Warsiyah, Kristi Nugra, Anik Indrayani, Tini Jameen, Agni Tripratiwi, Steph Moe, Media Noverita, Endang Lies Suseno, Yuniar Tristi, dan Dewi Indah Prasetowati. Pembukaan pameran turut diresmikan oleh Arsita Pinandita, Direktur Kreatif CherryPop.

Secara gagasan, “Dekap Rasa” berangkat dari refleksi mengenai pengalaman emosional manusia yang tidak selalu utuh. Pameran ini menyoroti relasi antara kehilangan, kelekatan, kasih sayang, dan pencarian rasa aman, khususnya melalui pengalaman tentang sosok ibu yang tidak selalu hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan seseorang.

Namun, pameran ini tidak berhenti pada narasi kehilangan. Melalui karya-karya Empu Gampingan, “Dekap Rasa” justru menawarkan pembacaan yang lebih lembut dan reflektif: bahwa kebutuhan manusia terhadap kasih sayang tetap tinggal, tumbuh, dan membentuk cara seseorang memaknai hidup. Pameran ini mengajak publik untuk melihat seni sebagai ruang perjumpaan antara ingatan personal, pengalaman batin, dan kesadaran sosial yang lebih luas.

Bagi ISI Yogyakarta, penyelenggaraan pameran ini memperlihatkan kuatnya tradisi akademik berbasis praktik yang menjadi ciri khas kampus seni. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori tata kelola seni di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses perencanaan, produksi, kurasi, komunikasi publik, pengelolaan seniman, hingga penyelenggaraan pameran di ruang seni yang berinteraksi dengan masyarakat.

Keterlibatan alumni dalam pameran ini juga menunjukkan kesinambungan ekosistem ISI Yogyakarta. Kampus tidak hanya menjadi tempat menempuh pendidikan, tetapi juga menjadi simpul jejaring kreatif yang terus menghubungkan mahasiswa, dosen, alumni, seniman, kurator, komunitas, dan pelaku industri kreatif.

Melalui “Dekap Rasa”, ISI Yogyakarta kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi seni terpenting di Indonesia. Pameran ini membuktikan bahwa pendidikan seni di ISI Yogyakarta bergerak melampaui penciptaan karya semata, tetapi juga membangun kapasitas manajerial, kuratorial, kolaboratif, dan kultural yang dibutuhkan dalam ekosistem seni masa kini.

Dengan penyelenggaraan pameran ini, Program Studi Tata Kelola Seni FSRD ISI Yogyakarta menunjukkan kontribusinya dalam mencetak generasi pengelola seni yang peka terhadap gagasan, mampu membaca isu kemanusiaan, serta memiliki keterampilan profesional untuk menghadirkan seni kepada publik secara bermakna.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID