YOGYAKARTA, 5 Maret 2026 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali dipercaya menjadi tuan rumah agenda strategis nasional di bidang pendidikan tinggi. Kampus seni terkemuka di Indonesia ini menjadi lokasi penyelenggaraan Sosialisasi Instrumen Akreditasi Program Studi (APS) 5.1 yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Kegiatan berlangsung di kampus ISI Yogyakarta dan dihadiri oleh pimpinan unit pengelola program studi serta perwakilan perguruan tinggi dari berbagai institusi di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Sosialisasi APS 5.1 ini merupakan bagian dari upaya BAN-PT untuk memperkuat pemahaman perguruan tinggi terhadap kebijakan terbaru terkait mekanisme dan instrumen akreditasi program studi, yang menjadi salah satu indikator penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi nasional.
Kepercayaan BAN-PT kepada ISI Yogyakarta untuk menjadi tuan rumah kegiatan ini menegaskan posisi kampus seni tersebut sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam penguatan tata kelola akademik dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, baik perguruan tinggi negeri, swasta, institut, sekolah tinggi, akademi, maupun politeknik.


Beberapa perguruan tinggi yang diundang antara lain Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Sanata Dharma, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas AKPRIND Indonesia, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Kristen Duta Wacana, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, serta berbagai perguruan tinggi lainnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh berbagai perguruan tinggi kedinasan, institut, sekolah tinggi, dan akademi seperti Akademi Angkatan Udara, Akademi Militer Magelang, Sekolah Tinggi Multi Media “MMTC” Yogyakarta, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta, Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto, hingga sejumlah akademi dan politeknik di Yogyakarta.
Secara keseluruhan, lebih dari 100 institusi pendidikan tinggi tercantum dalam daftar undangan kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, BAN-PT berharap para pengelola program studi dapat memahami secara lebih komprehensif mengenai indikator, mekanisme penilaian, serta arah kebijakan terbaru terkait Instrumen Akreditasi Program Studi APS 5.1.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ruang dialog akademik antara BAN-PT dan perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi, mulai dari aspek tata kelola program studi, kualitas pembelajaran, hingga penguatan luaran tridarma perguruan tinggi.
Bagi ISI Yogyakarta, penyelenggaraan kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen institusi dalam mendukung sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi serta mempertegas posisinya sebagai perguruan tinggi seni unggulan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan standar akademik nasional.
Sebagai salah satu pusat pendidikan seni terbesar di Indonesia, ISI Yogyakarta terus menunjukkan perannya tidak hanya dalam pengembangan seni dan budaya, tetapi juga dalam memperkuat ekosistem akademik dan kolaborasi pendidikan tinggi di tingkat nasional.







