Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Kolaborasi Regional AI Ready ASEAN–MAFINDO Digelar di ISI Yogyakarta, Perkuat Literasi AI Kampus

Kolaborasi Regional AI Ready ASEAN–MAFINDO Digelar di ISI Yogyakarta, Perkuat Literasi AI Kampus

Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta memperkuat peran “Kampus Berdampak” melalui pelatihan AI Ready ASEAN–MAFINDO bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini menegaskan komitmen ISI Yogyakarta untuk menghadirkan dampak nyata—mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan literasi digital, hingga penggunaan AI yang etis dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung Selasa, 3 Februari 2026 mulai pukul 08.00 WIB di Gedung Ajiyasa Lantai 2, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta. Program ini mendorong pendidik agar mampu memanfaatkan AI secara produktif untuk pengajaran, penyusunan materi ajar, dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih adaptif.

Kegiatan menghadirkan unsur kolaborasi nasional dan regional. Program AI Ready ASEAN di Indonesia didukung oleh MAFINDO, serta merupakan bagian dari inisiatif yang melibatkan ASEAN Foundation dengan dukungan dari Google.org. Melalui pelatihan ini, ISI Yogyakarta mengambil posisi strategis sebagai kampus seni yang tidak hanya kreatif, tetapi juga siap menghadapi transformasi teknologi di bidang pendidikan.

Rangkaian acara mencakup registrasi, pre-assessment, pembukaan, serta sesi materi dan praktik yang menekankan keterampilan dasar AI bagi pendidik. Peserta juga diarahkan untuk memanfaatkan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan, sehingga dampak pelatihan tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi berlanjut pada penerapan di kelas dan ekosistem akademik.

Sambutan pembukaan dijadwalkan disampaikan oleh Ketua Presidium MAFINDO Septiaji Eko Nugroho dan Rektor ISI Yogyakarta Dr. Irwandi, M.Sn.. Materi pelatihan dipandu para trainer (Arya, Fitria, dan Erwina) dengan sesi diskusi dan praktik agar peserta dapat langsung menerapkan pemahaman yang diperoleh.

Secara substansi, pelatihan menekankan empat hal kunci: pemahaman dasar AI, cara menggunakan dan mengimplementasikan AI, etika–privasi–keamanan, serta strategi mengajar tentang AI. Fokus ini sejalan dengan semangat “Kampus Berdampak”, karena kompetensi AI yang kuat dan beretika akan berkontribusi langsung pada kualitas layanan pendidikan, kesiapan lulusan, serta kemampuan kampus beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat dan industri kreatif.

Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta menegaskan diri sebagai kampus seni yang future-ready—menguatkan literasi AI pendidik, menjaga etika pemanfaatannya, dan memastikan teknologi benar-benar memberi manfaat bagi proses belajar-mengajar serta kemajuan institusi.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID