LOGO ISI YOGYAKARTA
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

ISI Yogyakarta Perkuat Peran “Kampus Berdampak” lewat Riset Bestari-Saintek bersama Masyarakat Adat Bonokeling

ISI Yogyakarta Perkuat Peran “Kampus Berdampak” lewat Riset Bestari-Saintek bersama Masyarakat Adat Bonokeling

Yogyakarta, 30 Januari 2026 — Tim peneliti multidisiplin Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melakukan kunjungan lapangan ke pusat Masyarakat Adat Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini dilakukan setelah tim dinyatakan lolos seleksi Expression of Interest (EoI) dalam program Bestari-Saintek 2026 dari Kemdiktisaintek, sekaligus sebagai langkah percepatan pematangan proposal penelitian.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari penguatan substansi proposal berjudul “Memvisualisasikan Jati Diri Bangsa: Sinergisitas Nilai Filosofis Masyarakat Adat Bonokeling sebagai Sumber Inspirasi Motif Batik, Konten Animasi, dan Komik melalui Pendekatan Community-led Living Labs (CoLL) Berkelanjutan.”

Rombongan yang dipimpin Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom., M.T. diterima oleh Ki Sumitro, Ketua Adat sekaligus Kyai Kunci Masyarakat Adat Bonokeling. Pertemuan yang berlangsung di Bale Mangu dimanfaatkan untuk menggali informasi historis serta nilai-nilai filosofis komunitas, termasuk riwayat Eyang Bonokeling yang dikaitkan dengan Kadipaten Pasir Luhur dan garis keturunan Kerajaan Pajajaran.

Dokumentasi Humas FSMR
Dokumentasi Humas FSMR

Dalam kesempatan itu, Dr. Samuel menegaskan bahwa restu masyarakat adat menjadi pijakan penting bagi kelanjutan riset. Data lapangan yang diperoleh akan digunakan untuk memperkuat draf proposal final yang ditargetkan masuk paling lambat 31 Januari 2026, sebagai tahapan menuju seleksi berikutnya untuk pendanaan penuh.

Tim peneliti terdiri dari delapan dosen ISI Yogyakarta lintas keilmuan, yakni: Dr. Samuel Gandang Gunanto, S.Kom., M.T. (Ketua), Dr. Sugeng Wardoyo, M.Sn., Tri Wulandari, S.Sn., M.A., Rahmat Aditya Warman, S.Pd., M.Eng., Beni Pusanding Tuah, S.P., M.Sn., Nurhadi, M.Sn., Akhmad Syaiful Anwar, S.Ds., M.Ds., dan Ginanjar Setyo Nugroho, S.Kom., M.Kom.

Riset ini menempatkan masyarakat adat sebagai subjek utama melalui pendekatan Community-led Living Labs (CoLL). Tim juga menekankan komitmen etika riset, khususnya terkait perlindungan aspek-aspek sakral/rahasia (keleman) dalam ajaran Bonokeling. Karena itu, rancangan sistem dokumentasi direncanakan mengutamakan privasi adat, termasuk skema penyimpanan terenkripsi agar materi sakral tetap terlindungi, sementara nilai-nilai luhur seperti Monembah, Moguru, Mongabdi, dan Makaryo dapat diolah menjadi inspirasi karya kreatif secara bertanggung jawab.

Melalui kunjungan ini, ISI Yogyakarta berharap proposal semakin kuat pada tahap seleksi substansi dan kelak dapat berkontribusi nyata bagi upaya pelestarian kearifan lokal Masyarakat Adat Bonokeling melalui karya-karya kreatif yang etis dan berdampak.

Dokumentasi Humas FSMR
Dokumentasi Humas FSMR
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_IDID