Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Hadirkan Menaker RI, ISI Yogyakarta Dorong Pemagangan sebagai Akselerator Karier Talenta Kreatif

Hadirkan Menaker RI, ISI Yogyakarta Dorong Pemagangan sebagai Akselerator Karier Talenta Kreatif

Yogyakarta — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyelenggarakan Kuliah Umum bertema “Program Pemagangan untuk Penguatan Daya Saing SDM Seni dan Ekonomi Kreatif” di Concert Hall ISI Yogyakarta, Kamis (29/1). Kegiatan ini menghadirkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Ph.D. sebagai narasumber, dengan moderator Dr. Trisna Pradita Putra, S.Sos., M.M.

Kuliah umum ini digagas sebagai upaya kampus menjembatani kebutuhan dunia akademik dengan dunia kerja melalui penguatan ekosistem pemagangan, termasuk pengenalan program prioritas nasional Magang Berdampak. ISI Yogyakarta menargetkan keikutsertaan mahasiswa tingkat akhir dan alumni dengan perkiraan peserta sekitar ±450 orang.

Dalam sambutannya, Rektor ISI Yogyakarta menegaskan bahwa pemagangan merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning) untuk memperkuat kesiapan kerja, adaptabilitas, literasi industri, serta jejaring profesional mahasiswa dan alumni seni. Rektor juga menyampaikan harapan agar forum ini menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara ISI Yogyakarta dan Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam pengembangan SDM seni dan ekonomi kreatif. sambuta rektor di kuliah umum sambuta rektor di kuliah umum.

Sesi utama diisi paparan Menaker RI yang menyoroti tantangan ketenagakerjaan dan kebutuhan peningkatan kompetensi di tengah disrupsi global. Dalam materi yang disampaikan, Menaker menekankan pentingnya reskilling dan upskilling, termasuk literasi teknologi dan AI sebagai penguat produktivitas dan kreativitas manusia—bukan pengganti peran inti kreatif.

Menaker juga menggarisbawahi peluang besar sektor kreatif pada pasar kerja digital. Data dalam materi menunjukkan sektor creative & multimedia termasuk bidang yang banyak dicari di pasar kerja online, sekaligus menuntut profesionalisme, portofolio keterampilan digital kreatif, pemahaman pasar global, serta kemampuan kolaborasi lintas budaya.

Kuliah umum berlangsung dalam format paparan dan diskusi interaktif, disertai penampilan hiburan mahasiswa serta penyerahan cendera mata. Rangkaian acara juga mencakup pembukaan dengan lagu kebangsaan, sesi sambutan rektor, paparan narasumber dan tanya jawab, hingga penutupan.

Melalui kuliah umum ini, ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk memperluas kolaborasi lintas sektor—kampus, pemerintah, dan dunia industri—agar lulusan seni tidak hanya unggul secara artistik, tetapi juga siap menjadi profesional kreatif yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di level nasional maupun global.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID