LOGO ISI YOGYAKARTA
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Generasi Kreatif ISI Yogyakarta Torehkan Juara 2 Poster Digital Pendidikan di LIDM 2025

Generasi Kreatif ISI Yogyakarta Torehkan Juara 2 Poster Digital Pendidikan di LIDM 2025

Yogyakarta, 8 Desember 2025 — Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah salah satu timnya, Tim Binky, berhasil meraih Juara II pada kategori Poster Digital Pendidikan dalam ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Prestasi tersebut diumumkan saat malam puncak LIDM 2025, yang digelar di Universitas PGRI Adi Buana (UBAYA) Surabaya pada 1–4 Desember 2025. LIDM sendiri merupakan kompetisi nasional tahunan yang bertujuan mendorong literasi digital, kreativitas, dan inovasi mahasiswa Indonesia melalui lima divisi lomba: Inovasi Teknologi Digital Pendidikan, Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan, Video Digital Pendidikan, Poster Digital Pendidikan, dan Microteaching Digital Pendidikan.

Di lingkungan ISI Yogyakarta, rangkaian kegiatan LIDM dimulai pada 1 Agustus 2025 melalui agenda sosialisasi yang diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan. Setelah sosialisasi, kampus menggelar seleksi internal yang melibatkan 9 tim dari lima divisi berbeda:

1 tim Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan

1 tim Video Digital Pendidikan

5 tim Poster Digital Pendidikan

2 tim Microteaching Digital Pendidikan

Seluruh tim dinyatakan lolos untuk mewakili ISI Yogyakarta di tahap nasional dan mendapat pendampingan intensif dalam proses penyusunan karya serta pengunggahan ke portal resmi Kemendikti Saintek.

Setelah melalui tahap seleksi nasional yang ketat, juri menetapkan tiga tim ISI Yogyakarta sebagai finalis 20 besar nasional di masing-masing divisi:

Tim Binky: Poster Digital Pendidikan

Tim Istimewa: Poster Digital Pendidikan

Tim Sukatja: Microteaching Digital Pendidikan

Ketiga tim diundang mengikuti babak final dan presentasi karya di UBAYA bersama puluhan finalis lain dari berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tahun ini, panitia mencatat peningkatan jumlah pendaftar LIDM, terutama di divisi Poster Digital dan Video Digital yang menjadi kategori paling kompetitif.

Kemenangan ISI Yogyakarta diraih melalui poster bertajuk “Born to Live” karya Tim Binky. Poster tersebut menyoroti fenomena pendewasaan dini anak akibat paparan konten digital tanpa pengawasan, yang menjadi isu penting dalam perkembangan sosial dan psikologis anak Indonesia.

Dengan memadukan pendekatan hiperbola dan satir, visual poster menggambarkan bayi yang tampil layaknya figur dewasa di ruang digital  metafora kritis bahwa anak-anak di era gawai kini sering “dipaksa tumbuh lebih cepat” karena konsumsi konten yang tidak sesuai usia.

Tim Binky menggunakan gaya ilustrasi pop-kultutral kekinian untuk menjangkau audiens muda dan keluarga, sekaligus mengingatkan pentingnya literasi digital dalam rumah tangga. Poster ini juga mencerminkan karakter kompetisi LIDM yang menekankan kreativitas sebagai sarana advokasi pendidikan.

Merujuk pada laman resmi Kemendikti Saintek dan portal kompetisi kompetisicerdas.kemdiktisaintek.go.id, LIDM 2025 diikuti oleh ratusan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Ajang ini menjadi ruang kolaborasi mahasiswa untuk menghadirkan solusi dan kampanye edukatif yang relevan dengan perkembangan teknologi digital di masyarakat.

Divisi Poster Digital Pendidikan ISI Yogyakarta menorehkan juara menjadi salah satu divisi dengan jumlah peserta terbesar dan dinilai oleh panel ahli dari bidang pendidikan, desain, teknologi, dan komunikasi visual.

Prestasi Tim Binky serta dua tim ISI Yogyakarta lainnya yang lolos final menjadi bukti bahwa mahasiswa ISI Yogyakarta memiliki kapasitas unggul baik dalam kreativitas visual, literasi digital, maupun keberpihakan pada isu-isu sosial yang krusial.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan peran ISI Yogyakarta sebagai kampus seni yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan dan mampu bersaing dalam ajang inovasi berskala nasional. Dengan capaian tersebut, ISI Yogyakarta berharap semakin banyak mahasiswa yang termotivasi untuk berkiprah dalam kompetisi inovasi digital, sekaligus menghadirkan karya yang memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDID