Yogyakarta, 20 Oktober 2026 – Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta kembali mencatatkan prestasi di tingkat internasional melalui keberhasilan dua alumninya dalam ajang penghargaan komik Asia, The Monsoon Awards, yang diselenggarakan dalam rangkaian Bangkok Comics Art Festival ke-5 di Bangkok, Thailand. Dua alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta, Friska Angela Gijantoro dan Nadhira Amelia, berhasil meraih penghargaan melalui karya komik yang mengangkat isu sosial dan kemanusiaan.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa karya kreatif yang lahir dari lingkungan akademik ISI Yogyakarta memiliki daya saing di tingkat internasional. Menariknya, kedua karya yang memperoleh penghargaan tersebut berawal dari tugas akhir perkuliahan yang dikembangkan menjadi karya komik dengan kekuatan visual, narasi, dan pesan sosial yang relevan bagi masyarakat luas.
Friska Angela Gijantoro meraih penghargaan kategori Nonfiction melalui karya berjudul Disability Through the Lens of Comics. Komik debutnya tersebut mengangkat persoalan representasi penyandang disabilitas serta mengajak pembaca meninjau kembali cara masyarakat memahami dan memandang disabilitas dalam media maupun kehidupan sehari-hari.
Melalui karyanya, Friska berupaya membangun ruang refleksi tentang pentingnya perspektif yang lebih inklusif dalam komunikasi visual. Penghargaan internasional ini sekaligus membuka peluang bagi pesan yang disampaikan melalui komiknya untuk menjangkau pembaca yang lebih luas, termasuk masyarakat di berbagai negara Asia. Selain merupakan alumni DKV, Friska saat ini sedang melanjutkan pendidikan pada Program Magister Desain FSRD ISI Yogyakarta.

Sementara itu, Nadhira Amelia memperoleh penghargaan kategori Graphic Novel melalui karya berjudul My Body as a Whole. Komik tersebut menyoroti persoalan kekerasan seksual di lingkungan akademik, khususnya berkaitan dengan ketimpangan relasi kuasa, budaya yang menormalisasi kekerasan, serta pengalaman dan proses pemulihan trauma para penyintas.
Dalam mengembangkan narasinya, Nadhira menghadirkan figur Sundel Bolong dari folklor Indonesia sebagai pendekatan artistik untuk mengangkat persoalan kekerasan terhadap perempuan. Perpaduan antara unsur budaya lokal dan isu sosial kontemporer tersebut memperlihatkan bagaimana medium komik dapat digunakan untuk menyampaikan kritik sosial sekaligus membangun kesadaran publik.
Melalui karya tersebut, Nadhira berharap masyarakat semakin memahami bahaya kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan, serta lebih peka terhadap relasi kuasa dan kondisi sosial yang dapat memperbesar kerentanan korban.

Keberhasilan kedua alumni ini memperlihatkan bahwa komik bukan sekadar medium hiburan, melainkan juga sarana komunikasi visual yang mampu menyampaikan gagasan kritis, memperjuangkan nilai kemanusiaan, dan mendorong perubahan cara pandang masyarakat. Keduanya menunjukkan bahwa pendekatan artistik dan kekuatan penceritaan dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap persoalan sosial.
Bagi ISI Yogyakarta, capaian tersebut turut memperkuat reputasi institusi sebagai perguruan tinggi seni yang mengembangkan kreativitas, pemikiran kritis, dan kepekaan sosial melalui pendidikan seni dan desain. Keberhasilan alumni DKV dalam kompetisi internasional juga menunjukkan potensi karya yang dikembangkan selama proses pendidikan untuk memperoleh pengakuan di tingkat global.
Prestasi Friska Angela Gijantoro dan Nadhira Amelia di The Monsoon Awards sekaligus menegaskan kontribusi alumni ISI Yogyakarta dalam memperkenalkan karya komunikasi visual Indonesia ke panggung internasional, dengan membawa gagasan yang tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga relevansi sosial dan kemanusiaan.





