Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Rektor ISI Yogyakarta Tegaskan Kesiapan Kampus Seni sebagai Agen Kreativitas untuk Keterampilan Masa Depan

Rektor ISI Yogyakarta Tegaskan Kesiapan Kampus Seni sebagai Agen Kreativitas untuk Keterampilan Masa Depan

Bandung, 9 Oktober 2026 – Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Prof. Dr. Irwandi, S.Sn., M.Sn., menegaskan kesiapan ISI Yogyakarta untuk berperan sebagai agen kreativitas dalam pengembangan keterampilan masa depan. Komitmen tersebut sejalan dengan agenda transformasi pendidikan tinggi yang dibahas dalam Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) Angkatan I Tahap III Tahun 2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), 8–9 Oktober 2026.

Mengusung tema Institutional Transformation & Innovation, kegiatan ini menjadi forum penguatan kepemimpinan perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), transformasi digital, hilirisasi riset, dan inovasi kelembagaan.

ISI Yogyakarta memandang pendidikan seni memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang kreatif, adaptif, inovatif, dan mampu berkolaborasi lintas disiplin. Perkembangan teknologi menjadi peluang untuk memperkuat pembelajaran, penelitian, penciptaan karya, serta pengembangan industri kreatif berbasis seni dan budaya.

Penguatan keterampilan masa depan, seperti berpikir kreatif, berpikir kritis, pemecahan masalah, literasi digital, dan kolaborasi, menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi seni. Integrasi kreativitas dengan teknologi diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui semangat transformasi yang diusung AKPT 2026, ISI Yogyakarta terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan seni yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kepekaan artistik.

Komitmen tersebut menegaskan posisi ISI Yogyakarta sebagai perguruan tinggi seni yang siap berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia kreatif, berdaya saing, dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada masa depan.

Dokumentasi Humas Setditjen Dikti/Adam Rahman
Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan