Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Juara I Nasional Menyanyi Keroncong Peksiminas XVIII 2026

Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Juara I Nasional Menyanyi Keroncong Peksiminas XVIII 2026

Yogyakarta, 26 September 2026 — Mahasiswa Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Zagita Anugerah Gusti, berhasil meraih Juara I Nasional tangkai lomba Menyanyi Keroncong pada Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XVIII Tahun 2026. Mewakili Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Zagita meraih prestasi tertinggi dalam kompetisi seni mahasiswa tingkat nasional tersebut.

Penghargaan kepada para pemenang Peksiminas XVIII 2026 di Universitas Negeri Jember. Keberhasilan Zagita menjadi capaian membanggakan bagi ISI Yogyakarta sekaligus memperkuat rekam jejak mahasiswa ISI Yogyakarta dalam kompetisi seni di tingkat nasional.

Prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa ISI Yogyakarta dalam mengembangkan kompetensi artistik melalui proses pendidikan, latihan, eksplorasi, dan pengalaman berkesenian. Keberhasilan pada cabang menyanyi keroncong juga memiliki arti penting karena keroncong merupakan bagian dari kekayaan musik Indonesia yang terus membutuhkan keterlibatan generasi muda untuk dikembangkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Sebagai mahasiswa Jurusan Musik Fakultas Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta, capaian Zagita sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi seni memiliki peran strategis dalam mempertemukan penguasaan akademik, keterampilan artistik, kreativitas, serta pemahaman terhadap kekayaan budaya Indonesia.

Keikutsertaan Zagita dengan membawa nama Provinsi DIY juga memperlihatkan kontribusi mahasiswa ISI Yogyakarta dalam representasi daerah pada forum seni mahasiswa tingkat nasional. Prestasi tersebut menambah capaian mahasiswa ISI Yogyakarta yang berkompetisi dan menunjukkan kualitas karya maupun kemampuan artistiknya di berbagai ruang kompetisi.

Bagi ISI Yogyakarta, prestasi mahasiswa dalam ajang nasional menjadi bagian penting dari proses pengembangan sumber daya manusia seni yang memiliki kompetensi, daya saing, dan kepedulian terhadap keberlanjutan seni budaya. Lingkungan pendidikan seni memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya mempelajari disiplin keilmuan, tetapi juga mengasah kemampuan melalui praktik, penciptaan, pertunjukan, serta partisipasi dalam berbagai forum seni.

Keberhasilan meraih Juara I Nasional pada Peksiminas XVIII 2026 juga mempertegas potensi generasi muda dalam menjaga keberlanjutan musik keroncong. Di tengah perkembangan bentuk dan teknologi musik yang semakin beragam, keterlibatan mahasiswa dalam keroncong menjadi salah satu bentuk regenerasi sekaligus pengembangan musik Indonesia agar tetap hidup dan relevan.

Capaian Zagita Anugerah Gusti menjadi kebanggaan bagi Jurusan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan, dan sivitas akademika ISI Yogyakarta. Prestasi ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak mahasiswa untuk mengembangkan potensi, memperluas pengalaman berkesenian, serta menghadirkan prestasi dan karya yang memberikan kontribusi bagi perkembangan seni dan budaya Indonesia.

Melalui capaian mahasiswa di berbagai forum nasional, ISI Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi seni yang menjadi ruang pendidikan, penciptaan, pengembangan, dan regenerasi talenta seni Indonesia.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan