Black ISI LOGO
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

The Art of Speaking, ISI Yogyakarta Integrasikan Seni, Pedagogi, dan Kemampuan Komunikasi

The Art of Speaking, ISI Yogyakarta Integrasikan Seni, Pedagogi, dan Kemampuan Komunikasi

Yogyakarta, 23 September 2026 — Program Studi S-1 Pendidikan Musik, Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta akan menyelenggarakan “The Art of Speaking”, sebuah forum pengembangan kompetensi komunikasi bertema “Membangun Karir, Relasi, dan Kompetensi Mengajar melalui Komunikasi yang Kuat”. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Concert Hall ISI Yogyakarta, Selasa, 29 September 2026, pukul 13.00–16.00 WIB.

Kegiatan ini menghadirkan Evi Putrianti, S.Sn., M.Pd., Gr., dosen ISI Yogyakarta yang juga aktif sebagai MC, moderator, dan akademisi, serta Septirini Sekar Nusantari, M.Pd., MC, moderator, dan fasilitator public speaking. Keduanya akan membagikan wawasan mengenai pentingnya kemampuan komunikasi dalam membangun karier, memperluas relasi profesional, serta meningkatkan kompetensi mengajar.

Penyelenggaraan The Art of Speaking menempatkan komunikasi sebagai salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa seni, khususnya calon pendidik musik. Kemampuan artistik dan penguasaan keilmuan tidak hanya membutuhkan kecakapan dalam menciptakan maupun memahami karya, tetapi juga kemampuan untuk menyampaikan gagasan, pengetahuan, dan pengalaman secara efektif kepada orang lain.

Bagi mahasiswa Pendidikan Musik, keterampilan tersebut memiliki relevansi langsung dengan profesi pendidik. Seorang pendidik tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu mampu menjelaskan konsep, membangun interaksi di ruang kelas, mengelola komunikasi dengan peserta didik, serta menciptakan proses pembelajaran yang komunikatif.

Melalui kegiatan ini, Program Studi S-1 Pendidikan Musik ISI Yogyakarta memperluas ruang pembelajaran mahasiswa dari kompetensi musikal menuju keterampilan profesional yang dibutuhkan dalam dunia pendidikan dan dunia kerja. Pendekatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan tinggi seni memiliki cakupan yang multidimensional, dengan mengintegrasikan keahlian artistik, pedagogi, komunikasi, dan pengembangan kapasitas profesional.

Sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang seni, ISI Yogyakarta terus mengembangkan lingkungan pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan praktik penciptaan dan pertunjukan. Penguatan keterampilan komunikasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu membawa pengetahuan dan praktik kesenian ke ruang pendidikan maupun ruang profesional yang lebih luas.

Tema The Art of Speaking juga relevan dengan kebutuhan lulusan pendidikan seni yang akan berhadapan dengan beragam kelompok masyarakat. Kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas, membangun kepercayaan, serta berkomunikasi secara tepat menjadi modal untuk menjalankan peran sebagai pendidik, seniman, akademisi, fasilitator, maupun profesional di industri kreatif.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa public speaking bukan semata-mata kemampuan berbicara di depan banyak orang. Komunikasi juga berkaitan dengan cara menyusun pesan, menerjemahkan pengetahuan, membangun hubungan, dan memastikan sebuah gagasan dapat diterima secara efektif oleh audiens.

Dengan menghadirkan praktisi sekaligus akademisi, The Art of Speaking mempertemukan perspektif akademik dengan pengalaman praktis. Model pembelajaran semacam ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman pendidikan yang kontekstual bagi mahasiswa, sehingga kompetensi yang diperoleh di perguruan tinggi dapat terhubung dengan kebutuhan nyata dalam kehidupan profesional.

Penyelenggaraan The Art of Speaking turut memperlihatkan arah pendidikan seni yang semakin luas. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memiliki kemampuan teknis dalam bidang musik, tetapi juga didorong memiliki kemampuan mengajar, bekerja sama, membangun jejaring, mempresentasikan gagasan, dan beradaptasi dalam berbagai lingkungan profesional.

Penguatan kompetensi tersebut menjadi penting di tengah perkembangan dunia pendidikan dan industri kreatif yang menuntut lulusan untuk mampu mengombinasikan pengetahuan, kreativitas, kemampuan interpersonal, dan komunikasi.

Melalui berbagai kegiatan akademik dan pengembangan mahasiswa seperti The Art of Speaking, ISI Yogyakarta menegaskan peran pendidikan tinggi seni sebagai ruang yang tidak hanya melahirkan kemampuan artistik, tetapi juga membentuk sumber daya manusia seni yang mampu mengomunikasikan pengetahuan dan kreativitasnya kepada masyarakat.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

Tinggalkan Balasan